BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Otto Fitriandy mengatakan bahwa panen perdana padi sawah di Kabupaten Gunung Mas bisa disebut berhasil. Pasalnya padi yang dipanen mampu mencapai 2,5 ton per hektarenya.
"Pada panen padi sawah di Kelurahan Tewah melibatkan lima kelompok tani, dengan target pengembangan seluas 25 hektare dan realisasi 18 hektare pada musim tanam pertama," kata Otto dalam keterangan resminya pada Senin, 27 Mei 2024.
Penggunaan bibit padi, kata Otto, meliputi varietas hibrida Supadi dan inbrida Cakrabuana.
"Dengan sumber pendanaan berasal dari subsidi Pemerintah Kabupaten Katingan dan skema kredit bunga murah dari PT Bank Kalteng," terang Otto lagi.
Sementara itu, dalam laporannya, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gunung Mas yang diwakili oleh Sekretaris Dinas, Herianto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mendukung kemandirian pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.
"Melalui program SMART AGRO, Dinas Pertanian telah melaksanakan pengembangan tanaman padi dan jagung hibrida di wilayah tersebut," kata Herianto.
--page
Per Bulan Mei, sambungnya, hasil panen yang telah berjalan selama satu tahun ialah produksi jagung hibrida mencapai antara 1,5 - 2 ton per hektare.
"Lalu produksi padi hibrida varietas Supadi sebesar 1,5 - 2,5 ton per hektare, dan produksi padi inbrida varietas Cakrabuana sebesar 1 - 2 ton per hektare," tuturnya.
Hadir pada kegiatan tersebut Wakil Bupati Gunung Mas, Efrensia LP Umbing, Dandim 1019 Palangka Raya, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Gunung Mas, OJK Kalteng, lPT Bank Kalteng, Jamkrida Kalteng, Dinas terkait, serta perwakilan dari berbagai instansi, organisasi dan tokoh masyarakat setempat. (TESTI PRISCILLA/j)









