BORNEONEWS, Palangka Raya - Inflasi Mei 2023 sebesar 2,72 persen terbilang kian tinggi mengingat Bank Indonesia telah mematok target inflasi tahun 2024 ialah di kisaran 1,5 persen sampai dengan 3,5 persen. Meski inflasi kian tinggi, Nilai Tukar Petani atau NTP gabungan Kalteng malah turun.
"NTP Gabungan Kalimantan Tengah selama Mei 2024 sebesar 124,08 atau turun 0,65 persen dibanding April 2024," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Eko Marsoro menyampaikan Berita Resmi Statistik pada Senin, 3 Juni 2024.
Sementara itu Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian atau NTUP selama Mei 2024 menurut Eko juga mengalami penurunan sebesar 0,63 persen dibanding April 2024, dari 129,51 menjadi 128,70. Sedangkan kelompok indeks konsumsi rumah tangga petani atau IKRT rumah tangga perdesaan naik 0,09 persen.
"Nilai Tukar Petani atau NTP adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani atau It terhadap indeks harga yang dibayar petani atau Ib," terang Eko.
Eko menjelaskan bahwa NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar atau terms of trade dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.
--page
"NTP Gabungan Kalimantan Tengah pada Mei 2024 turun sebesar 0,65 persen dibanding April 2024, yaitu dari 124,89 menjadi 124,08," tuturnya.
Penurunan ini kata Eko disebabkan oleh turunnya nilai tukar pada hampir seluruh subsektor, yakni Tanaman Pangan sebesar 1,11 persen, Hortikultura 2,96 persen, Tanaman Perkebunan Rakyat ada 0,40
persen, dan Peternakan 0,56 persen.
"Pada Mei 2024 terjadi kenaikan Indeks Konsumsi Rumah Tangga atau IKRT di
Kalimantan Tengah sebesar 0,09 persen yang utamanya disebabkan oleh naiknya indeks pada kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya yakni sebesar 0,33 persen," bebernya.
Selain itu kelompok Rekreasi, Olahraga, dan Budaya sebesar 0,20 persen,kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau sebesar 0,11 persen, kelompok Perlengkapan, Peralatan, dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga sebesar 0,11 persen; dan kelompok Kesehatan sebesar 0,10 persen.
"Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian atau NTUP Kalimantan Tengah pada Mei 2024 mengalami penurunan sebesar 0,63 persen, dari 129,51 pada April 2024 menjadi 128,70 pada Mei 2024," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/Y)









