PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Nilai Tukar Petani Tanaman Hortikultura atau NTPH Kalimantan Tengah mengalami penurunan nilai tukar pada Mei 2024 sebesar 2,96 persen.

"Penurunan ini terjadi akibat kombinasi dari indeks harga yang diterima petani atau It yang mengalami penurunan cukup besar yakni 2,91 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Eko Marsoro pada Kamis, 20 Juni 2024.

Sedangkan indeks harga yang dibayar petani atau Ib, lanjut Eko, justru mengalami kenaikan sebesar 0,06 persen.

"Penurunan It pada Mei 2024 ini disebabkan oleh turunnya It pada semua kelompok penyusunnya, yakni kelompok sayuran-sayuran seperti cabai rawit, kacang panjang, ketimun, tomat, dan terung sebesar 6,32 persen," bebernya.

Kemudian kelompok buah-buahan, katanya, seperti pisang, nanas, dan pepaya sebesar 0,54 persen, serta kelompok tanaman obat-obatan yakni jahe dan kunyit sebesar 1,06 persen.

--page

"Kenaikan Ib pada Mei 2024 sebesar 0,06 persen dari 125,68 menjadi 125,76 didominasi oleh kenaikan pada salah satu indeks penyusunnya, yaitu indeks konsumsi rumah tangga atau KRT sebesar 0,08 persen," katanya.(TESTI PRISCILLA/j)