PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Eko Marsoro mengatakan bahwa selama Mei 2024, hampir seluruh provinsi di Kalimantan mengalami penurunan Nilai Tukar Petani.

"Penurunan NTP yakni terjadi di Kalimantan Timur sebesar 1,21 persen, Kalimantan Barat sebesar 1,05 persen, Kalimantan Tengah 0,65 persen, dan Kalimantan Selatan 0,29 persen," kata Eko pada Jumat, 21 Juni 2024.

Hanya Kalimantan Utara, kata Eko, yang mengalami kenaikan NTP sebesar 0,68 persen.

"Sejalan dengan NTP, pada Mei 2024 hampir seluruh provinsi di Pulau Kalimantan mengalami penurunan Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian atau NTUP, kecuali Kalimantan Utara yang mengalami kenaikan NTUP sebesar 0,69 persen," tutur Eko lagi.

Penurunan NTUP tertinggi tercatat di Kalimantan Timur sebesar 1,63 persen, sedangkan penurunan terkecil di Kalimantan Selatan sebesar 0,44 persen.

--page

"Secara nilai, NTP maupun NTUP tertinggi pada Mei 2024 masih menjadi milik Kalimantan Barat, dengan NTP sebesar 150,29 dan NTUP 153,86," katanya lagi.

Kalimantan Utara menjadi provinsi dengan nilai tukar terendah, kata Eko, dengan NTP sebesar 112,95 sedangkan NTUP terendah menjadi milik Kalimantan Selatan, dengan NTUP sebesar 115,94.

"Nilai tukar Kalimantan Tengah menempati urutan tertinggi ketiga se-Kalimantan, baik untuk NTP sebesar 124,08 maupun NTUP sebesar 128,70," katanya. (TESTI PRISCILLA/H)