PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah Eko Marsoro mengatakan, dibandingkan Maret 2024, kontribusi layanan transportasi ekspor melalui pelabuhan di Kalimantan Tengah pada April 2024 senilai US$31,30 juta.

"Angka ini sebenarnya mengalami penurunan kontribusi dari 19,31 persen pada Maret 2024 menjadi 9,44 persen pada April 2024," kata Eko pada Rabu, 26 Juni 2024.

Terdapat 3 pelabuhan utama yang melayani ekspor di Kalimantan Tengah selama April 2024, kata Eko, yaitu Pelabuhan Kumai, Pelabuhan Pulang Pisau, dan Pelabuhan Sampit.

"Total nilai ekspor melalui Pelabuhan Kumai senilai US$28,87 juta, Pelabuhan Pulang Pisau US$1,52 juta, dan Pelabuhan Sampit US$0,91 juta," tutur Eko lagi.

Sementara itu, layanan ekspor melalui pelabuhan provinsi lain senilai US$300,22 juta atau sebesar 90,56 persen yang sebagian besar melalui Pelabuhan Banjarmasin senilai US$213,15 juta, atau sebesar 64,29 persen dari total nilai ekspor Provinsi Kalimantan Tengah.

--page

"Dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya, nilai ekspor yang melalui pelabuhan di wilayah Kalimantan Tengah pada April 2024 mengalami penurunan sebesar 54,78 persen, dari US$69,22 juta menjadi US$31,30 juta," jelas Eko.

Penurunan ini menurut Eko diakibatkan oleh berkurangnya nilai ekspor di berbagai pelabuhan di Kalimantan Tengah.

"Penurunan tertinggi terjadi di Pelabuhan Kumai sebesar US$35,42 juta atau turun sebesar 55,09 persen," bebernya.

Sementara secara year on year, layanan ekspor melalui provinsi lain pada April 2024 mengalami penurunan sebesar 38,93 persen dibanding April 2023, dari US$491,59 juta menjadi US$300,22 juta.

"Layanan ekspor melalui provinsi lain secara year to year mengalami penurunan di hampir semua pelabuhan kecuali Pelabuhan Kotabaru," bebernya.

Layanan ekspor year on year melalui provinsi lain mengalami penurunan tertinggi pada Pelabuhan Banjarmasin yang mengalami penurunan sebesar US$252,89 juta atau turun 54,26 persen.

Secara kumulatif pada tahun 2024, bila dibandingkan dengan kumulatif pada tahun 2023, terjadi penurunan layanan ekspor yang melalui pelabuhan di wilayah Kalimantan Tengah sebesar US$ 11,54 juta atau turun 5,12 persen yang diakibatkan oleh menurunnya aktivitas ekspor di Pelabuhan Kumai senilai US$20,24 juta atau turun 9,90 persen.

--page

"Selaras dengan layanan ekspor melalui provinsi lain yang turut mengalami penurunan sebesar US$544,09 juta atau turun 30,15 persen," bebernya.

Penurunan ini, katanya, disumbang oleh penurunan layanan ekspor melalui Pelabuhan Banjarmasin yang turun senilai US$ 485,80 juta atau turun 33,44 persen. (TESTI PRISCILLA/H)