BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Eko Marsoro mengatakan bahwa selama April 2024, nilai impor Kalteng mencapai US$2,35 juta atau turun sebesar 70,48 persen dibanding Maret 2024 yang tercatat US$7,96 juta.
"Nilai impor Kalteng pada April 2024 mencapai US$2,35 juta atau turun sebesar 70,48 persen dibanding Maret 2024 yang tercatat US$7,96 juta," kata Eko pada Kamis, 27 Juni 2024.
Sejalan dengan nilai impor, lanjut Eko, volume impor Kalteng juga mengalami penurunan sebesar 58,84 persen, dari 8,09 ribu ton pada Maret 2024 menjadi 3,33 ribu ton pada April 2024.
"Penurunan nilai impor ini disebabkan oleh adanya penurunan nilai impor kelompok non migas dari US$7,20 juta pada Maret 2024 menjadi US$0,99 juta pada April 2024," katanya.
Sementara itu, kata Eko, kelompok migas mengalami peningkatan dari US$0,76 juta pada Maret 2024 menjadi US$1,36 juta pada April 2024.
"Dilihat menurut kelompok komoditas non-migas, industri pengolahan menjadi kelompok yang mengalami penurunan baik secara nilai maupun volume," bebernya.
--page
Berkurangnya nilai impor di Kalimantan Tengah pada April 2024 dibanding Maret 2024 dijelaskan Eko utamanya didorong oleh menurunnya nilai maupun volume impor pada kelompok mesin/pesawat mekanik.(TESTI PRISCILLA/H)









