BORNEONEWS, Palangka Raya - Nilai Tukar Petani atau NTP Gabungan Kalimantan Tengah selama Juni 2024 sebesar 125,28 atau naik 0,97 persen dibanding Mei 2024.
"NTP adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani atau It terhadap indeks harga yang dibayar petani atau Ib. Ini merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di perdesaan," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti saat menyampaikan Berita Resmi Statistik pada Senin, 1 Juli 2024.
NTP juga, kata Agnes, menunjukkan daya tukar atau terms of trade dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.
"NTP Gabungan Kalimantan Tengah pada Juni 2024 naik sebesar 0,97 persen dibanding Mei 2024, yaitu dari 124,08 menjadi 125,28," tutur Agnes.
Kenaikan ini menurutnya disebabkan oleh naiknya nilai tukar pada seluruh subsektor, yakni Tanaman Pangan sebesar 1,44 persen, Hortikultura 0,52 persen, Tanaman Perkebunan Rakyat 0,96 persen, Peternakan 0,67 persen, dan Perikanan 0,52 persen.
--page
"Pada Juni 2024 juga terjadi kenaikan Indeks Konsumsi Rumah Tangga atau IKRT di Kalteng sebesar 0,01 persen yang utamanya disebabkan oleh naiknya indeks pada kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya sebesar 0,32 persen," terangnya.
Kebaikan juga terjadi pada kelompok Perlengkapan, Peralatan dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga 0,15 persen, kelompok Pendidikan 0,10 persen, kelompok Pakaian dan Alas Kaki 0,08 persen, dan kelompok Kesehatan 0,05 persen.
"Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian atau NTUP Kalteng pada Juni 2024 mengalami kenaikan sebesar 0,89 persen, dari 128,70 pada Mei 2024 menjadi 129,84 pada Juni 2024," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/j)









