PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Perkembangan harga berbagai komoditas pada Juni 2024 di Kalimantan Tengah secara umum menunjukkan adanya peningkatan dibanding bulan yang sama tahun lalu.

"Berdasarkan hasil pemantauan BPS Provinsi Kalimantan Tengah di 4 kabupaten/kota, pada Juni 2024 terjadi inflasi y-on-y sebesar 2,22 persen, atau terjadi peningkatan Indeks Harga Konsumen atau IHK dari 104,34 pada Juni 2023 menjadi 106,66 pada Juni 2024," kata Kepala BPS Kalteng, Agnes Widiastuti saat menyampaikan berita resmi statistik pada Senin, 1 Juli 2024.

Tingkat deflasi m-to-m dan tingkat inflasi y-to-d masing-masing sebesar 0,28 persen dan 1,05 persen.

"Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh indeks kelompok pengeluaran," kata Agnes.

Yaitu, lanjutnya, kelompok makanan, minuman dan tembakau naik sebesar 4,04 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,36 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,10 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,64 persen.

Kemudian, kelompok kesehatan sebesar 1,64 persen, kelompok transportasi sebesar 0,70 persen, kelompok informasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,05 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 2,32 persen, kelompok pendidikan sebesar 2,39 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,06 persen, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 3,00 persen.

--page

"Pada Juni 2024, kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,55 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,02 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,01 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,03 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,04 persen, kelompok transportasi sebesar 0,07 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,03 persen, kelompok 

pendidikan sebesar 0,08 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,22 persen, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,17 persen.

"Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y pada Juni 2024, antara lain ikan gabus, emas perhiasan, gula pasir, Sigaret Kretek Mesin (SKM), ikan nila, beras, ikan patin, udang basah, tomat, ikan saluang, Sigaret Kretek Tangan (SKT), bawang putih, sekolah dasar, sewa rumah, es, ikan lais, ikan bakar, bensin, biskuit, dan nasi dengan lauk," jelas Agnes lagi.

Sedangkan komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y, katanya, antara lain ikan papuyu, angkutan udara, daun singkong, sabun mandi cair, bahan bakar rumah tangga, ikan layang/ ikan benggol, kangkung, masker, semen, jeruk, ikan peda, daging sapi, ikan tongkol/ikan ambu-ambu, pepaya, sabun cair/cuci piring, tahu mentah, tissu, ikan asin sepat, besi beton, dan baju muslim wanita.

"Sementara komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan deflasi m-to-m pada Juni 2024, antara lain daging ayam ras, tomat, beras, bawang merah, angkutan udara, bahan bakar rumah tangga, bayam, pepaya, kangkung, ikan asin sepat, susu bubuk, ikan asin telang, ikan bawal, jeruk, semangka, udang basah, dan buncis," bebernya.

Sedangkan komoditas yang memberikan andil/sumbangan inflasi m-to-m, antara lain ikan gabus, Sigaret Kretek Mesin (SKM), ikan peda, emas perhiasan, tarif rumah sakit, cabai rawit, ikan patin, ketimun, ikan lais, minyak goreng, bumbu masak jadi, ikan tongkol/ ikan ambu-ambu, Sigaret Kretek Tangan (SKT), ayam goreng, ikan saluang, dan wortel. (TESTI PRISCILLA/Y)