PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah merilis perkembangan Gini Ratio pada Maret 2018–Maret 2024. Gini Ratio merupakan salah satu alat yang mengukur tingkat kesenjangan pembagian pendapatan relatif antar penduduk suatu wilayah.

"Perkembangan angka Gini Ratio dalam periode Maret 2018-Maret 2024 berfluktuasi," kata Kepala BPS Kalteng, Agnes Widiastuti pada Rabu, 10 Juli 2024.

Semenjak September 2018, kata Agnes, angka Gini Ratio cenderung menurun dari waktu ke waktu.

"Kondisi ini menunjukkan bahwa selama periode tersebut terjadi perbaikan pemerataan pengeluaran di provinsi Kalimantan Tengah," terangnya.

Namun demikian, lanjutnya, akibat adanya pandemi Covid-19, nilai Gini Ratio kembali mengalami kenaikan pada Maret 2021 lalu kembali mengalami penurunan mulai September 2021, tetapi meningkat lagi di Maret 2023.

--page

"Berdasarkan daerah tempat tinggal, Gini Ratio di daerah perkotaan pada Maret 2024 sebesar 0,311," tutur Agnes.

Agnes menjelaskan, terjadi penurunan 0,024 poin dibanding Maret 2023 yang sebesar 0,335 dan 0,037 poin dibanding Maret 2022 yang sebesar 0,348.

"Untuk daerah perdesaan, Gini Ratio pada Maret 2024 tercatat sebesar 0,288 turun 0,01 poin dibandingkan dengan kondisi Maret 2023 dan turun juga 0,004 dibanding kondisi Maret 2022 sebesar 0,292," jelas Agnes lagi.

Efek gini ratio pada bulan September 2022 sama, katanya, baik di perdesaan maupun perkotaan setelah pada 5 semester sebelumnya gini ratio memiliki efek yang berbeda karena pengaruh pandemi. (TESTI PRISCILLA/H)