BORNEONEWS, Palangka Raya - Tanaman perkebunan rakyat masih merupakan subsektor andalan di Kalimantan Tengah. Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti menuturkan bahwa nilai tukar petani subsektor tanaman perkebunan rakyat pada Juni 2024 mengalami kenaikan sebesar 0,96 persen dibanding Mei 2024, dari 143,32 menjadi 144,69.
"Kenaikan ini disebabkan oleh indeks yang diterima atau It mengalami kenaikan yang cukup besar yakni 0,96 persen, lebih tinggi daripada kenaikan indeks yang dibayar atau Ib yang hanya sebesar 0,01 persen," kata Agnes pada Minggu, 28 Juli 2024.
Kenaikan It pada Juni 2024, kata Agnes lagi, disebabkan oleh naiknya indeks harga hasil produksi pada kelompok tanaman perkebunan rakyat yakni karet.
"Kenaikan harga karet disebabkan tingginya permintaan yang tidak diimbangi dengan ketersediaan karet alam pada tingkat petani akibat curah hujan yang cukup tinggi," bebernya.
Adapun Ib subsektor tanaman perkebunan rakyat mengalami kenaikan dari 126,68 pada Mei 2024 menjadi 126,69 pada Juni 2024.
--page
"Kenaikan yang terjadi pada Ib (0,01 persen) didominasi oleh kenaikan salah satu indeks penyusunnya, yakni indeks kelompok BPPBM sebesar 0,08 persen," katanya. (TESTI PRISCILLA/j)









