BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti mengatakan bahwa kelompok kesehatan pada Juli 2024 mengalami inflasi y-on-y sebesar 1,67 persen.
"Pada Juli 2024 di Kalimantan Tengah terjadi inflasi 1,67 persen pada kelompok kesehatan, atau terjadi peningkatan indeks dari 101,47 pada Juli 2023 menjadi 103,16 pada Juli 2024," kata Agnes pada Senin, 5 Agustus 2024.
Subkelompok yang mengalami inflasi y-on-y tertinggi, kata Agnes lagi, adalah jasa rawat inap sebesar 7,58 persen.
"Sementara yang mengalami deflasi y-on-y adalah subkelompok obat-obatan dan produk kesehatan sebesar 0,37 persen," bebernya lagi.
Kelompok ini pada Juli 2024 menurut Agnes memberikan andil atau sumbangan inflasi y-on-y sebesar 0,04 persen.
"Komoditas yang dominan memberikan andil sumbangan inflasi y-on-y adalah tarif rumah sakit sebesar 0,03 persen serta tarif dokter umum sebesar 0,01 persen," katanya.
--page
Sementara komoditas yang dominan memberikan andil sumbangan deflasi y-on-y, lanjutnya, adalah masker sebesar 0,02 persen.
"Kelompok ini pada Juli 2024 tidak memberikan andil atau sumbangan yang signifikan terhadap inflasi bulanan atau m-to-m," tutur Agnes.(TESTI PRISCILLA/Y)









