PULANG PISAU –

BORNEONEWS, Pulang Pisau - Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau, menggelar workshop tata laksana cegah stunting untuk dokter umum dan ahli gizi pada fasilitas kesehatan tingkat pertama yang bertempat di Aula Auditorium BLUD RSUD Pulang Pisau, Senin, 5 Agustus 2024.

Pj Bupati Pulang Pisau, Nunu Andriani mengatakan bahwa Pemerintah dalam penurunan stunting telah melakukan berbagai macam upaya percepatan penurunan stunting baik melalui integrasi kegiatan dan berbagai inovasi.

"Seperti pembentukan tim percepatan penurunan stunting (TPPS), pemetaan keluarga beresiko stunting, bunda asuh anak stunting dengan program inovasi genar posting, permata kuning, sosialisasi, audit kasus stunting, pendampingan dan penimbangan anak serentak yang melibatkan berbagau pihak," ucapnya.

Ia menjelaskan, pada tahun 2021 berdasarkan survei status gizi indonesia (SSGI), angka prevalensi stunting Kabupaten Pulang Pisau berada di angka 24,6 persen, tahun 2022 naik di angka 31,6 persen dan pada tahun 2023 menurun sebanyak 7,6 persen atau menjadi 24 persen.

--page

"Sedangkan untuk tahun 2024 ini, kami menargetkan angka stunting di Kabupaten Pulang Pisau menurun menjadi 10 persen berdasarkan SSGI 2024," jelasnya 

Selain itu, berdasarkan hasil evaluasi kinerja penanganan stunting, Pemkab Pulang Pisau berhasil mendapatkan penghargaan peringkat 2 terbaik dalam kinerja penurunan stunting tingkan Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2024.

"Keberhasilan menjadi terbaik kedua, diraih atas penilaian kinerja dalam penanganan stunting ini tidak terlepas dari hasil kerja keras kita semua dan kerjasama dari lintas sektor," tutupnya. (M PRADILA KANDI/H)