BORNEONEWS, Palangka Raya - Hingga Agustus 2024, Kota Palangka Raya telah mengalami 72 kejadian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Dari total kejadian tersebut, terdapat rincian kejadian di berbagai wilayah, dengan Jekan Raya mencatat 47 kejadian, Pahandut 6 kejadian, Sebangau 15 kejadian, Bukit Batu 3 kejadian, dan Rakumpit tidak mencatat kejadian.
Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Palangka Raya, Hendrikus Satriya Budi, mengungkapkan bahwa dari 72 kejadian tersebut, sekitar 24,50 hektar lahan telah terbakar di Kota Palangka Raya.
"Karhutla menjadi perhatian serius bagi pihak terkait untuk mengambil langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan yang efektif," katanya, Minggu 11 Agustus 2024.
Budi menegaskan pentingnya upaya bersama dalam mengatasi masalah Karhutla di Palangka Raya. Kolaborasi antara instansi terkait, masyarakat, dan pihak terkait lainnya menjadi kunci dalam menekan angka kebakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut.
--page
Pihak BPBD Palangka Raya akan terus melakukan pemantauan dan penanganan terhadap potensi Karhutla di wilayahnya. Langkah-langkah preventif dan responsif akan ditingkatkan guna mengurangi dampak negatif dari kebakaran hutan dan lahan yang terjadi.
"Dalam upaya pencegahan Karhutla, saya juga mengajak seluruh masyarakat Palangka Raya untuk ikut berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan dan melaporkan kejadian-kejadian yang dapat memicu Karhutla," terangnya. (PATHUR/H)









