PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Nilai Tukar Petani atau NTP Gabungan Kalimantan Tengah selama Juli 2024 sebesar 125,09 atau turun 0,15 persen dibanding Juni 2024. Sementara Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian atau NTUP selama Juli 2024 juga  mengalami penurunan sebesar 0,72 persen dibanding Juni 2024, dari 129,84 menjadi 128,91. Sama halnya dengan Indeks Konsumsi Rumah Tangga atau IKRT perdesaan yang turun 0,63 persen.

"Nilai Tukar Petani atau NTP adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani atau It terhadap indeks harga yang dibayar petani atau Ib," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti pada Selasa, 13 Agustus 2024.

Agnes menjelaskan bahwa NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar atau terms of trade dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.

"NTP Gabungan Kalimantan Tengah pada Juli 2024 turun sebesar 0,15 persen dibanding Juni 2024, yaitu dari 125,28 menjadi 125,09. Penurunan ini disebabkan oleh turunnya nilai tukar pada beberapa subsektor," kata Agnes lagi.

Subsektor dimaksud, kata Agnes, yakni Hortikultura turun sebesar 2,22 persen, Peternakan 2,72 persen, dan Perikanan sebesar 0,03 persen.

--page

"Pada Juli 2024 juga terjadi penurunan Indeks Konsumsi Rumah Tangga atau IKRT di Kalimantan Tengah sebesar 0,63 persen yang utamanya disebabkan oleh turunnya indeks pada kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau sebesar 1,09 persen," tambahnya.

Hal ini juga menurutnya terjadi pada kelompok Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan sebesar 0,03 persen, dan kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga sebesar 0,02 persen.

"Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian atau NTUP Kalimantan Tengah pada Juli 2024 mengalami penurunan sebesar 0,72 persen, dari 129,84 pada Juni 2024 menjadi 128,91 pada Juli 2024," bebernya. (TESTI PRISCILLA/Y)