PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Berdasarkan pemantauan harga-harga di daerah perdesaan, Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah menemukan bahwa Nilai Tukar Petani atau NTP gabungan di Kalteng pada Juli 2024 mencapai 125,09 atau turun sebesar 0,15 persen dibanding Juni 2024 yang sebesar 125,28.

"Penurunan ini disebabkan karena indeks harga hasil produksi pertanian atau It mengalami penurunan yang lebih besar daripada indeks harga yang dibayar petani atau Ib, walaupun Ib juga mengalami penurunan," kata Kepala BPS Kalteng, Agnes Widiastuti pada Rabu, 14 Agustus 2024.

Penurunan Ib, kata Agnes, didominasi oleh turunnya indeks kelompok konsumsi rumah tangga petani atau KRT, sementara indeks kelompok BPPBM mengalami kenaikan tipis.

"Penurunan NTP pada Juli 2024 dipengaruhi oleh turunnya NTP pada beberapa subsektor, yaitu Hortikultura turun 2,22 persen, Peternakan 2,72 persen, dan Perikanan 0,03 persen," jelasnya.

Pada Juli 2024, lanjutnya, It turun sebesar 0,65 persen dibanding Juni 2024, yaitu dari 157,59 menjadi 156,57. Penurunan It pada Juli 2024 disebabkan oleh turunnya It pada seluruh subsektor, yaitu Tanaman Pangan sebesar 0,42 persen, Hortikultura 2,76 persen, Tanaman Perkebunan Rakyat 0,20 persen, Peternakan 3,09 persen, dan Perikanan 0,39 persen.

--page

"Sementara itu melalui Ib dapat dilihat fluktuasi harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat perdesaan, khususnya petani yang merupakan bagian terbesar dari masyarakat perdesaan, serta fluktuasi harga barang dan jasa yang diperlukan untuk memproduksi hasil pertanian," tutur Agnes lagi.

Pada Juli 2024, katanya, Ib mengalami penurunan sebesar 0,49 persen jika dibanding Juni 2024, yaitu dari 125,79 menjadi 125,17. Penurunan ini disebabkan oleh turunnya nilai Ib pada seluruh subsektor, yaitu Tanaman Pangan turun 0,58 persen, Hortikultura 0,55 persen, Tanaman

Perkebunan Rakyat 0,49 persen, Peternakan 0,39 persen, dan Perikanan 0,36 persen. (TESTI PRISCILLA/j)