BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti mengatakan bahwa terjadi penurunan nilai tukar petani perikanan atau NTNP mengalami penurunan akibat terjadi beberapa kondisi.
"Pada Juli 2024 terjadi penurunan NTNP sebesar 0,03 persen. Hal ini disebabkan karena indeks yang diterima atau It perikanan mengalami penurunan sebesar 0,39 persen," kata Agnes pada Jumat, 16 Agustus 2024.
Angka ini menurutnya lebih tinggi dari penurunan indeks yang dibayar atau Ib perikanan sebesar 0,36 persen.
"Penurunan It subsektor perikanan disebabkan oleh penurunan indeks harga hasil produksi pada kelompok perikanan tangkap sebesar 0,21 persen dan kelompok perikanan budidaya sebesar 1,09 persen," tuturnya lagi.
Khusus untuk Nilai Tukar Nelayan atau NTN pada Juli 2024, kata Agnes lagi, NTN mengalami peningkatan sebesar 0,17 persen.
"Peningkatan ini disebabkan karena penurunan It pada tingkat nelayan sebesar 0,21 persen, lebih kecil dari penurunan Ib sebesar 0,38 persen," bebernya.
Penurunan It disebabkan oleh penurunan indeks harga produksi pada salah satu kelompok penyusunnya, yakni kelompok penangkapan perairan umum yakni baung dan lais sebesar 0,71 persen.
"Sebaliknya, kelompok penangkapan laut yakni udang laut justru mengalami kenaikan sebesar 0,33 persen," katanya lagi.
Adapun penurunan Ib sebesar 0,38 persen didominasi oleh turunnya salah satu indeks penyusunnya yaitu, indeks kelompok KRT sebesar 0,59 persen. (TESTI PRISCILLA/H)









