PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Berbeda dengan Nilai Tukar Nelayan atau NTN yang mengalami peningkatan sebesar 0,17, Nilai Tukar Pembudidaya Ikan atau NTPi pada Juli 2024 justru mengalami penurunan nilai tukar cukup dalam yakni sebesar 0,83 persen.

"Hal ini disebabkan karena indeks harga yang diterima pembudidaya ikan atau It mengalami penurunan sebesar 1,09 persen yang lebih tinggi dibandingkan kenaikan indeks harga yang dibayar pembudidaya ikan atau Ib yang sebesar 0,28 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Kalteng, Agnes Widiastuti pada Sabtu, 17 Agustus 2024.

Penurunan It menurut Agnes disebabkan oleh penurunan indeks harga hasil produksi pada kelompok budidaya air tawar seperti patin, nila, dan gabus atau haruan sebesar 0,96 persen.

"Lalu kelompok budidaya air payau seperti bandeng juga alami penurunan indeks harga yang dibayar pembudidaya ikan sebesar 1,31 persen," terangnya.

Sementara itu, lanjut Agnes, penurunan Ib sebesar 0,28 persen didominasi oleh salah satu indeks penyusunnya, yaitu indeks kelompok konsumsi rumah tangga pembudidaya ikan atau KRT sebesar 0,58 persen.(TESTI PRISCILLA/H)