BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti mengatakan bahwa Nilai Tukar Petani atau NTP Gabungan Kalimantan Tengah selama Agustus 2024 mencapai 125,72 atau naik 0,50 persen dibanding Juli 2024.
Agnes menjelaskan bahwa NTP adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani atau It terhadap indeks harga yang dibayar petani atau Ib. NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar atau terms of trade dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.
"NTP Gabungan Kalimantan Tengah pada Agustus 2024 naik sebesar 0,50 persen dibanding Juli 2024, yaitu dari 125,09 menjadi 125,72," kata Agnes Widiastuti menyampaikan berita resmi statistik pada Senin, 2 September 2024.
Kenaikan ini, kata Agnes, didominasi oleh kenaikan nilai tukar pada subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat yakni sebesar 0,97 persen.
"Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian atau NTUP selama Agustus 2024 mengalami penurunan sebesar 0,20 persen dibanding Juli 2024, dari 128,91 menjadi 128,65," jelas Agnes lagi.
--page
NTUP Kalimantan Tengah pada Agustus 2024, tutur Agnes lagi, mengalami penurunan sebesar 0,20 persen, dari 128,91 pada Juli 2024 menjadi 128,65 pada Agustus 2024.
Pada Agustus 2024, tuturnya lagi, terjadi penurunan Indeks Konsumsi Rumah Tangga atau IKRT di Kalimantan Tengah sebesar 0,62 persen yang utamanya disebabkan oleh turunnya indeks pada kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau sebesar 1,22 persen serta kelompok Perlengkapan, Peralatan dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga sebesar 0,05 persen. (TESTI PRISCILLA/Y)









