SAMARINDA –
**Borneonews - Samarinda**, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) sedang merancang program Kader Siaga Rabies (Kasira) sebagai langkah proaktif untuk membebaskan wilayah tersebut dari ancaman rabies yang menyerang hewan. Program ini merupakan upaya serius untuk mempertahankan kesehatan hewan dan masyarakat dari penyakit yang berpotensi fatal tersebut. Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim, Fahmi Himawan, mengungkapkan bahwa kegiatan ini difokuskan pada dua kota besar di Kaltim, yaitu Balikpapan dan Samarinda. Dalam pertemuan di Samarinda, yang berlangsung pada hari Selasa, dia menjelaskan bahwa peningkatan kesadaran dan kesiagaan masyarakat terhadap rabies menjadi prioritas utama. Tahun ini, pihaknya telah melakukan pelatihan dan penguatan pada program di kedua kota tersebut. Fahmi menekankan bahwa penguatan kader ini sangat penting, terutama mengingat adanya beberapa kasus gigitan hewan yang terindikasi rabies yang terjadi di Samarinda dan Balikpapan pada tahun 2023. Hewan yang mengalami rabies paling sering adalah kucing dan anjing. Fahmi mencatat adanya kemunculan kasus rabies pada kucing di Samarinda, meskipun jumlahnya tergolong sedikit. Hal ini tetap menjadi perhatian serius bagi tim kesehatan hewan setempat. Meskipun Kalimantan Timur belum melaporkan adanya kasus rabies yang menular kepada manusia, Fahmi tetap menekankan pentingnya kewaspadaan yang tinggi. Dia menuturkan bahwa tahun ini juga ditemukan satu kasus rabies pada anjing di Kutai Barat, yang semakin menegaskan perlunya pembentukan kader siaga rabies yang melibatkan berbagai elemen masyarakat untuk edukasi mengenai penanganan Gigitan hewan. Fahmi juga menekankan urgensi memastikan kawasan Kaltim bebas dari rabies, terutama dengan adanya rencana pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang terletak di sebagian wilayah Kaltim. "IKN harus bebas dari rabies, sama halnya dengan Jakarta, untuk menjaga kesehatan warga dan wisatawan," tegasnya. Sebelumnya, inisiatif pelatihan kader siaga rabies juga telah dilaksanakan di Pulau Derawan, suatu destinasi wisata yang sering dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun mancanegara. Fahmi mengungkapkan harapannya, dengan program ini, Kaltim dapat mencapai target bebas rabies pada tahun 2025. Sebagai tambahan, Klinik Hewan yang terletak di gedung Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim di Samarinda juga memberikan pelayanan vaksinasi rabies secara gratis bagi hewan peliharaan. Melalui penguatan kader siaga rabies dan optimalisasi layanan Klinik Hewan, Pemerintah Provinsi Kaltim berharap dapat mengurangi kasus gigitan hewan penular rabies dan meningkatkan kesiapan masyarakat dalam menghadapi risiko terkait zoonosis. ANTARA