**Borneonews - Jember, Jawa Timur**, Dewan Kesenian Jember (DeKaJe) baru-baru ini memberikan penghargaan berupa piagam kepada sejumlah individu dan organisasi yang berperan sebagai penanggap kesenian rakyat. Hal ini meliputi baik masyarakat umum maupun pemerintah desa yang telah menyelenggarakan pertunjukan kesenian dalam berbagai kegiatan.
Ketua DeKaJe, Eko Suwargono, menjelaskan bahwa tindakan ini merupakan bagian dari upaya untuk menumbuhkan dan mengembangkan ekosistem kebudayaan di Kabupaten Jember. Ia menambahkan bahwa para penanggap, yang merupakan individu atau kelompok yang membiayai pertunjukan seni, memainkan peran penting dalam pelestarian budaya lokal, terutama pada era di mana selera budaya masyarakat terus berubah.
Dalam pandangannya, partisipasi para penanggap, baik dari kalangan warga maupun instansi pemerintah desa, memberikan harapan bagi para seniman agar mereka bisa terus berkarya dan bertahan dalam menghadapi berbagai tantangan. Oleh karena itu, DeKaJe merasa perlu memberikan penghargaan kepada semua pihak yang aktif dalam mendukung dan mengembangkan kebudayaan lokal.
Seniman yang terlibat dalam kesenian rakyat sangat mengapresiasi langkah DeKaJe ini. Menurut mereka, penghargaan tersebut bukan hanya sekadar bentuk pengakuan, tetapi juga menjadi kebanggaan tersendiri. Mereka berharap inisiatif ini dapat menginspirasi pemerintah dari tingkat daerah hingga pusat untuk mendukung lebih jauh pelestarian kesenian tradisional. Harapan ini dipenuhi dengan keyakinan bahwa dorongan dari masyarakat dan pemerintah desa akan semakin meningkatkan semangat untuk terus menggelar pertunjukan kesenian rakyat.
Para seniman juga menjelaskan bahwa mereka mengandalkan kesenian rakyat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan keberadaan penanggap sangat berpengaruh terhadap kesejahteraan mereka. Dengan banyaknya pihak yang rela membiayai pertunjukan, semangat mereka untuk melestarikan kesenian tradisional semakin menggelora.
Koordinator Pusat Kajian Pemajuan Kebudayaan Universitas Jember, Ikwan Setiawan, turut memberikan pengakuan atas inisiatif DeKaJe. Meskipun penghargaan yang diberikan kepada para penanggap kesenian rakyat terlihat sederhana, namun dapat menciptakan dampak positif yang signifikan untuk mempertahankan keberadaan kesenian tradisional yang saat ini terancam punah.
Ia menekankan bahwa para penanggap berperan sebagai pewaris pasif kebudayaan. Meskipun tidak tampil di panggung, keberadaan mereka sangat penting dalam mendukung dan mempromosikan pemajuan kebudayaan yang selaras dengan amanat konstitusi.
Ikwan menegaskan kepada para seniman yang berjuang agar tetap eksis di dunia kesenian, mengingat tanpa keberadaan penanggap, potensi punahnya kesenian tradisional menjadi ancaman nyata.
Ke depan, diharapkan proses pemberian penghargaan ini dapat meluas, tidak hanya sebatas untuk pertunjukan yang ada saat ini, seperti *jaranan*, *reyog*, *barongsai*, *pencak silat*, *hadrah*, dan lainnya. Pihak penyelenggara juga diharapkan dapat memberikan piagam penghargaan kepada komunitas yang secara *ajeg* menyelenggarakan acara budaya, seperti ritual dan festival, yang memberikan dampak luas bagi pelaku seni dan masyarakat secara keseluruhan.
ANTARA
DeKaJe Beri Penghargaan Penanggap Kesenian Rakyat di Jember
Bagikan:

SURABAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
BPS Kalteng Beri Penghargaan OPD Pengguna Layanan Rekomendasi Statistik Teraktif
DPRD Palangka Raya Usul 4 Raperda Baru, Fokus pada Ekonomi Kreatif hingga Kesenian
DPRD Palangka Raya Inisiatif Lestarikan Kesenian dan Kebudayaan Lewat Perda
Pakar Bencana Jepang Sebut Manajemen Risiko Relevan di Jember
Bawaslu Jember Panggil Hendy Siswanto Terkait Dugaan Pelanggaran
Polres Jember Ungkap Sindikat Pemalsuan Dokumen Negara Besar
Komentar (0)
Memuat komentar…







