JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Galeri Indonesia Kaya berkolaborasi dengan EKI Dance Company telah mempersembahkan sebuah pertunjukan musikal yang terinspirasi dari cerita rakyat *Lutung Kasarung* di Auditorium Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, pada hari Sabtu, 14 September. Dalam rangkaian acara tersebut, cerita rakyat yang kaya akan nilai budaya ini ditampilkan melalui format yang menarik dan memikat. Menurut siaran pers Galeri Indonesia Kaya, Direktur Program, Renitasari Adrian, mengungkapkan bahwa *Lutung Kasarung* merupakan salah satu karya yang telah diperkenalkan dalam format video melalui inisiatif #MusikalDiRumahAja. Program ini diluncurkan dengan tujuan untuk mendekatkan kisah-kisah rakyat kepada masyarakat, terutama di masa ketika banyak aktivitas dibatasi oleh situasi luar biasa. Antusiasme yang tinggi dari penonton terhadap program sebelumnya mendorong Galeri Indonesia Kaya untuk menyajikan beragam cerita rakyat dalam bentuk pertunjukan musikal. Dengan demikian, penonton dapat menikmati konten budaya yang lebih interaktif dan hidup. Pertunjukan musikal ini berdurasi sekitar 60 menit dan disutradarai oleh Ara Ajisiwi, dengan arahan musik oleh Oni Krisnerwinto. Kombinasi antara komedi, aksi teater, tarian, dan lagu, ditambah dengan elemen multimedia yang menarik, menjadikan pertunjukan ini sangat menghibur. Nala Amrytha, yang merangkap sebagai produser dan berperan sebagai Purbasari dalam pertunjukan, menyatakan harapannya agar pertunjukan ini memberikan manfaat dan hiburan bagi para penikmat seni. Dia berharap penikmat seni dapat merasakan keindahan budaya yang berwarna dalam akhir pekan mereka. Cerita *Lutung Kasarung* merupakan legenda yang berasal dari tanah Sunda yang mengisahkan tentang Sanghyang Guruminda. Dalam kisah ini, Sanghyang Guruminda turun ke bumi dalam wujud lutung yang buruk rupa untuk membantu seorang putri bernama Purbasari. Purbasari sendiri mengalami penyakit kulit yang disebabkan oleh kutukan saudaranya yang jahat, Purbararang. Saat diasingkan di tengah hutan, Purbasari bertemu dengan Lutung Kasarung yang kemudian membantunya untuk kembali ke istana dan merebut kembali haknya yang dirampas oleh Purbararang. ANTARA