BORNEONEWS, Kasongan - Puluhan pemuda Katingan yang tergabung dalam sejumlah organisasi kemasyarakatan
pemuda (OKP) menggelar aksi damai memerangi narkoba dan peredaran Zenith di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, Jumat (5/8/2016) pagi.

Puluhan pemuda yang diantaranya berasal dari DPD KNPI Katingan, HMI, Tagana, BEM‎ menuntut kepada aparat pihak eksekutif, legislatif dan yudikatif untuk segera menerbitkan regulasi untuk menindak tegas oknum yang terlibat dalam peredaran narkoba dan obat zenith. Bahkan, mereka juga menuntut agar pengedar nrkoba ditembak mati di tempat.

"Jangan ikut bermain terhadap peredaran narkoba dan jangan diam saja. Pengedar narkoba dan obat zenith harus dilakukan tindakan tegas," demikian seruan para pemuda yang dipimpin oleh Ketua KNPI Katingan Edy Ruswandi.

‎Menurut Edy, peredaran narkoba dan obat-obatan jenis G membuat kondisi daerah berjuluk Bumi Penyang Hinje Simpei itu berstatus darurat narkoba. Terutama peredaran obat zenith yang sampai merangsek ke kalangan pelajar tingkat SMP dan SMA.

‎"Kami mengutuk pengedar narkoba dan zenith di katingan.  Percuma misi cerdas sehat dan terbuka bupati kalau tidak keseriusan menindak masalah narkoba dan zenith ini, visi itu akan hanyaa jaadi teks semata. Ini menjadi tugas kita bersama dan aparat eksekutif, legislatif dan yudikatif," tegasnya.

Tak hanya sampai disitu, dalam aksi damai tersebut pemuda juga meminta agara mengambil tindakan tegas kepada aparat yang terlibat peredaran zenith dan narkoba.

Menanggapi aspirasi pemuda itu, perwakilan dari pihak eksekutif Wanto selaku Kabid Kewaspadaan Badan Kesbangpol dan Linmas Katingan memberikan apresiasi dan penghargaan dan setinggi-tingginya.

Sementara itu, Kepala Bagian Operasi Polres Katingan Kompol Sumarsono mengatakan, pihak kepolisian tidak tinggal diam untuk menindak masalah narkoba dan zenith.

"Polres Katingan sudah bentuk tim penindak khusus dan sosialisasi di tempat rawan narkotika. Kita meminta dukungan semua pihak. Apalagi masalah zenith ini agak berat, saya harap semua mayarakat memberikan informasi kepada kita mengenai masalah zenith, kita akan rahasiakan identitas pelapor," tegasnya.

Mengenai, gaya tembak mati yang dituntut bagi pengedar narkoba oleh peserta aksi damai, menurutnya harus dipertimbangkan. "Karena dalam menjalankan tugasnya polisi juga memiliki SOP, ada yang boleh dan tidak boleh dilakukan," pungkasnya. (HAIRUL SALEH/m)