BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti mengatakan bahwa Nilai Tukar Petani Pembudidaya Ikan atau NTPi pada Agustus 2024 mengalami penurunan nilai tukar sebesar 0,09 persen.
"Hal ini disebabkan karena indeks harga yang diterima pembudidaya ikan atau It mengalami penurunan sebesar 0,44 persen yang lebih tinggi dibandingkan penurunan indeks harga yang dibayar pembudidaya ikan atau Ib sebesar 0,35 persen," kata Agnes pada Senin, 23 September 2024.
Penurunan It menurut Agnes disebabkan oleh penurunan indeks harga hasil produksi pada kelompok budidaya air tawar yakni patin, jelawat, dan mas atau karper sebesar 0,74 persen.
"Sementara itu, kelompok budidaya air payau tercatat stabil," bebernya lagi.
Penurunan Ib sebesar 0,35 persen kata Agnes disebabkan oleh penurunan pada dua indeks penyusunnya.
--page
"Yaitu indeks kelompok KRT sebesar 0,51 persen dan indeks kelompok BPPBM sebesar 0,03 persen," jelasnya lagi. (TESTI PRISCILLA/Y)









