BORNEONEWS, Palangka Raya – Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah (Kalteng) Triwulan II 2016 sebesar 5,72 %. Ini hanya meningkat tipis atau sekitar 0,90% dari triwulan sebelumnya. Triwulan I-2016 ekonomi Kalteng berhasil tumbuh 5,17 %. Sedangkan dibanding angka tahunan (year on year/yoy) atau triwulan II 2015, justru terlampau melambat. Sebab pada triwulan yang sama tahun lalu, ekonomi Kalteng 7,05%.
“Perekonomian Kalteng triwulan II 2016 (y on y) yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp27.405,7 miliar. Dari sisi produksi, pada triwulan ini hanya Pertanian, Kehutanan dan Perikanan yang mengalami kontraksi,” ungkap Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik, Badan Pusat Statistik Kalimantan Tengah (BPS Kalteng), Maria Wahyu Utami, di Palangka Raya, Jumat (5/8/2016).
Menariknya lagi, ketika dunia pertambangan sedang redup, termasuk di Kalteng, ternyata catatan BPS tidak demikian. Hasil BPS justru mengungkapkan, dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi kurun tahunan (yoy) justru dicapai oleh Pertambangan dan Penggalian yang tumbuh 11,89 %, diikuti Transportasi dan Pergudangan sebesar 10,47 %.
“Dari sisi pengeluaran pertumbuhan didukung semua komponen dengan pertumbuhan tertinggi dicapai Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non Profit yang melayani Rumah Tangga (PKLNPRT) yang tumbuh sebesar 12,62 %,” lanjut Maria.
Berbeda halnya dengan kondisi triwulanan (q to q), pertumbuhan triwulan II-2016 terhadap triwulan I-2016 dari sisi produksi dipicu oleh Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan yang tumbuh 4,13 %. dan Pengadaan Listrik dan Gas yang tumbuh 3,59 %, namun Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan mengalami kontraksi yaitu menurun -1,28 %.
“Sedangkan dari sisi pengeluaran pertumbuhan ini didorong oleh hampir semua komponen kecuali Komponen Ekspor yang mengalami kontraksi. Pada triwulan ini pertumbuhan Komponen Ekspor sebesar minus 0,17 %,” bebernya.
Ia melanjutkan, struktur perekonomian Kalteng pada triwulan ini didominasi oleh tiga lapangan usaha utama yaitu Pertanian, Kehutanan dan Perikanan (22,12 %); Industri Pengolahan (15,97 %) dan lapangan usaha Perdagangan Besar dan Eceran; dan Reparasi Mobil dan Sepeda Motor (11,90 %). Sedangkan kalau dilihat dari sumber utama pertumbuhan triwulan ini adalah Pertambangan dan Penggalian sebesar (1,90%), diikuti Konstruksi (0,67 %) dan Perdagangan Besar dan Eceran; dan Reparasi Mobil dan Sepeda Motor (0,6%). (M. MUCLAS ROZIKIN/N).








