PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Tingkat penghunian kamar atau TPK hotel berbintang di Kalimantan Tengah selama Juli 2024 mencapai 56,55 persen, mengalami kenaikan sebesar 0,96 poin dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat 55,59 persen. Peningkatan ini menunjukkan tren positif dalam industri perhotelan di wilayah tersebut.

"Jika dilihat berdasarkan klasifikasi hotel, TPK hotel bintang dua, tiga, dan empat mengalami peningkatan yang signifikan," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti pada Senin, 23 September 2024.

Menurutnya, hotel bintang dua mencatat kenaikan sebesar 3,53 poin, hotel bintang tiga naik 6,82 poin, dan hotel bintang empat meningkat sebesar 2,14 poin. Sebaliknya, TPK hotel bintang satu dan lima mengalami penurunan, masing-masing sebesar 3,07 poin dan 18,33 poin.

"Namun, TPK hotel non bintang pada Juli 2024 mengalami penurunan sebesar 0,43 poin dibandingkan bulan sebelumnya, turun dari 23,19 persen menjadi 22,76 persen," bebernya.

Penurunan ini terjadi pada kelompok hotel dengan <10 kamar, 10-24 kamar, dan >40 kamar, masing-masing turun sebesar 1,61 poin, 0,95 poin, dan 0,72 poin. Sementara itu, kelompok hotel dengan 25-40 kamar justru mengalami peningkatan sebesar 1,14 poin.

--page

Jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya, TPK hotel berbintang pada Juli 2024 mengalami peningkatan sebesar 3,56 poin. Peningkatan ini terjadi pada hotel bintang satu, dua, empat, dan lima, masing-masing sebesar 3,40 poin, 2,01 poin, 12,72 poin, dan 3,74 poin. Namun, hotel bintang tiga mengalami penurunan sebesar 3,95 poin.

TPK hotel non bintang pada Juli 2024 mengalami penurunan sebesar 3,15 poin dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini terjadi pada kelompok kamar 10-24 kamar, 25-40 kamar, dan >40 kamar, masing-masing turun sebesar 1,21 poin, 1,92 poin, dan 10,51 poin. Sementara itu, kelompok kamar <10 kamar mengalami peningkatan sebesar 1,98 poin.

"Data ini menunjukkan dinamika yang beragam dalam tingkat penghunian kamar hotel di Kalimantan Tengah, dengan beberapa segmen mengalami peningkatan sementara yang lain mengalami penurunan. Hal ini mencerminkan berbagai faktor yang mempengaruhi industri perhotelan di wilayah Kalteng," tutur Agnes lagi. (TESTI PRISCILLA/j)