BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Warga Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah diminta mewaspadai penyakit diare dan infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) yang biasanya mewabah saat musim kemarau. Masyarakat harus menjaga kesehatan dan mewaspadai penyebaran penyakit tersebut.

"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Kobar untuk mewaspadai penyakit musiman, selalu menjaga kesehatan dan lingkungan," kata Kepala Bidang Penanggulangan Masalah Kesehatan (PMK) Dinas Kesehatan Kobar, Arif Susanto, di Pangkalan Bun, Kamis (11/8/2016).

Ia menyarankan, pencegahan awal perlu dilakukan. Sebelum penyakit tersebut menyerang dan membahayakan kesehatan. "Musim kemarau kan sudah berlangsung, biasanya pada musim ini penyakit yang banyak diderita masyarakat adalah diare dan ispa," jelas dia.

Namun, terkait dengan penyakit ISPA, tergantung kondisi lingkungan pada musim kemarau. Terutama asap dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). "Seperti tahun 2015, penyakit ISPA banyak menyerang masyarakat karena setiap hari menghirup asap dari kebakaran hutan dan lahan," terang Arif.

Ia kuga menambahkan, penyakit diare dan ISPA itu banyak menyerang kepada kelompok rentan di antaranya lansia, bayi balita, serta ibu hamil.

Program pencegahan diare juga sering digaungkan Dinkes Kobar misalnya Komitmen ODF, di antaranya gerakan cuci tangan dan pembangunan sanitasi total berbasis masyarakat.

Pantauan Borneonews di beberapa rumah sakit dan Puskesmas, jumlah penderita diare dan ISPA belum terlihat peningkatannya. Dinkes Kobar juga belum mencatat jumlah peningkatan diare dan ISPA dari seluruh puskesmas dan rumah sakit. (CECEP HERDI/N).