BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, mengungkapkan bahwa komoditas utama impor Kalimantan Tengah pada Agustus 2024 adalah aspal, pupuk, dan mesin atau pesawat mekanik.
"Komoditas utama impor Kalteng pada Agustus 2024 berupa aspal yang termasuk dalam kelompok bahan bakar mineral. Nilai impor aspal mencapai US$1,18 juta, menjadikannya komoditas impor terbesar di provinsi ini pada bulan tersebut," kata Agnes menyampaikan berita resmi statistik pada Selasa, 1 Oktober 2024.
Selain aspal, katanya, dua kelompok barang lainnya yang mendominasi impor Kalimantan Tengah pada Agustus 2024 adalah pupuk dan mesin/pesawat mekanik. Nilai impor pupuk tercatat sebesar US$0,54 juta, sementara mesin mekanik lainnya mencapai US$0,37 juta. Ketiga kelompok barang ini secara keseluruhan mencerminkan kebutuhan industri dan pertanian di Kalimantan Tengah.
Dibandingkan dengan bulan sebelumnya, terjadi penurunan signifikan dalam nilai impor Kalteng. Secara keseluruhan, nilai impor turun sebesar US$1,17 juta atau sekitar 31,12 persen. Penurunan ini terutama disebabkan oleh berkurangnya aktivitas impor pada kelompok bahan bakar mineral, yang mengalami penurunan nilai impor terbesar sebesar US$0,78 juta.
"Namun, tidak semua kelompok barang mengalami penurunan. Kelompok mesin/pesawat listrik justru mencatatkan kenaikan nilai impor terbesar pada Agustus 2024, dengan peningkatan sebesar US$0,26 juta. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan kebutuhan akan peralatan listrik di provinsi ini," terangnya.
Agnes Widiastuti menambahkan bahwa fluktuasi nilai impor ini mencerminkan dinamika ekonomi dan kebutuhan industri di Kalimantan Tengah. Penurunan impor bahan bakar mineral mungkin terkait dengan upaya efisiensi energi atau penurunan aktivitas industri tertentu.
"Secara keseluruhan, meskipun terjadi penurunan nilai impor, Kalimantan Tengah tetap menunjukkan ketergantungan pada impor untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar, pupuk, dan mesin. Perubahan nilai impor ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai arah perkembangan ekonomi provinsi ini di masa mendatang," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/H)









