PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah melaporkan bahwa kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi year-on-year atau y-on-y sebesar 2,31 persen pada September 2024. Indeks harga kelompok ini meningkat dari 105,07 pada September 2023 menjadi 107,50 pada September 2024.

"Subkelompok yang mengalami inflasi y-on-y tertinggi adalah rokok dan tembakau sebesar 5,45 persen, sedangkan subkelompok makanan mengalami inflasi terendah sebesar 1,74 persen," kata Kepala BPS Kalteng, Agnes Widiastuti pada Rabu, 2 Oktober 2024.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menurut Agnes memberikan andil inflasi y-on-y sebesar 0,87 persen pada September 2024.

Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi y-on-y antara lain Sigaret Kretek Mesin (SKM) sebesar 0,18 persen, Ikan gabus dan gula pasir sebesar 0,13 persen, Beras dan ikan nila sebesar 0,12 persen, Kopi bubuk dan ikan patin sebesar 0,07 persen, Ikan saluang sebesar 0,06 persen, Udang basah, minyak goreng, dan Sigaret Kretek Tangan (SKT) sebesar 0,05 persen, Biskuit dan ayam hidup sebesar 0,03 persen, Cabai rawit, ikan baung, air kemasan, bumbu masak jadi, kentang, ikan bawal, dan terong sebesar 0,02 persen.

"Sementara itu, komoditas yang dominan memberikan andil deflasi y-on-y meliputi daging ayam ras sebesar 0,29 persen, ikan peda sebesar 0,04 persen, ikan papuyu dan kangkung sebesar 0,03 persen, lalu tomat, jeruk, rampela hati ayam, ikan asin sepat, bayam, dan telur ayam ras sebesar 0,02 persen, juga ikan tongkol/ikan ambu-ambu, ketimun, daun singkong, daging sapi, susu bubuk untuk balita, minuman ringan, dan ikan lele sebesar 0,01 persen.

--page

"Untuk inflasi month-to-month atau m-to-m pada September 2024, kelompok ini memberikan andil sebesar 0,04 persen," bebernya.

Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi m-to-m antara lain kopi bubuk sebesar 0,04 persen, bawang merah dan ikan papuyu sebesar 0,02 persen, udang basah, Sigaret Kretek Mesin (SKM), ikan saluang, ikan kapar, kacang panjang, pepaya, jagung manis, ikan lele, dan ikan peda sebesar 0,01 persen.

Sedangkan komoditas yang dominan memberikan andil deflasi m-to-m meliputi cabai rawit sebesar 0,08 persen, tomat, telur ayam ras, dan beras sebesar 0,02 persen, ikan nila, kangkung, ketimun, dan wortel sebesar 0,01 persen. (TESTI PRISCILLA/Y)