PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pada September 2024, Provinsi Kalimantan Tengah mencatat deflasi year-on-year atau y-on-y sebesar 0,52 persen dalam kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga.

"Indeks harga pada kelompok ini turun dari 101,44 pada September 2023 menjadi 100,91 pada September 2024. Penurunan ini menunjukkan adanya pengurangan biaya dalam beberapa subkelompok penting," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti pada Rabu, 2 Oktober 2024.

Agnes menjelaskan, subkelompok listrik dan bahan bakar rumah tangga mengalami deflasi y-on-y tertinggi sebesar 1,30 persen. Penurunan ini mencerminkan adanya pengurangan biaya energi yang signifikan bagi rumah tangga di Kalimantan Tengah. Sebaliknya, subkelompok sewa dan kontrak rumah mengalami inflasi y-on-y tertinggi sebesar 0,43 persen, menunjukkan kenaikan biaya sewa yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

"Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga memberikan andil deflasi y-on-y sebesar 0,07 persen pada September 2024," katanya.

Komoditas yang dominan memberikan andil deflasi y-on-y menurutnya adalah bahan bakar rumah tangga sebesar 0,08 persen, serta semen dan seng sebesar 0,01 persen. Penurunan harga bahan bakar rumah tangga menjadi faktor utama dalam deflasi ini.

"Meskipun terjadi deflasi y-on-y, kelompok ini tidak memberikan andil yang signifikan terhadap inflasi month-to-month atau m-to-m pada September 2024. Hal ini menunjukkan bahwa perubahan harga dalam kelompok ini relatif stabil dari bulan ke bulan. Stabilitas ini penting untuk menjaga daya beli masyarakat dan kestabilan ekonomi daerah," jelasnya lagi.

Secara keseluruhan, deflasi dalam kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga di Kalimantan Tengah mencerminkan adanya penurunan biaya hidup yang dapat meringankan beban ekonomi masyarakat. Namun, kenaikan biaya sewa dan kontrak rumah tetap menjadi perhatian, mengingat dampaknya terhadap pengeluaran rumah tangga.

"Dengan demikian, perkembangan harga dalam kelompok ini perlu terus dipantau untuk memastikan kestabilan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Tengah. Pemerintah dan pihak terkait diharapkan dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mengelola inflasi dan deflasi secara efektif," beber Agnes lagi. (TESTI PRISCILLA/H)