PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti mengatakan bahwa pada September 2024, kelompok kesehatan di Kalteng mengalami inflasi year-on-year atau y-on-y sebesar 1,65 persen.

"Indeks harga kelompok ini meningkat dari 101,68 pada September 2023 menjadi 103,36 pada September 2024. Kenaikan ini menunjukkan adanya peningkatan biaya dalam sektor kesehatan di Kalteng," kata Agnes pada Rabu, 2 Oktober 2024.

Subkelompok yang mengalami inflasi tertinggi, katanya, adalah jasa kesehatan lainnya, dengan kenaikan sebesar 8,49 persen. Hal ini mencerminkan peningkatan biaya untuk layanan kesehatan yang tidak termasuk dalam kategori utama seperti rumah sakit atau obat-obatan. Sebaliknya, subkelompok obat-obatan dan produk kesehatan mengalami deflasi sebesar 0,49 persen, menunjukkan penurunan harga dalam kategori ini.

"Kelompok kesehatan memberikan andil inflasi y-on-y sebesar 0,04 persen pada September 2024. Komoditas yang paling dominan memberikan sumbangan inflasi adalah tarif rumah sakit, yang menyumbang 0,03 persen, dan tarif check-up sebesar 0,01 persen," bebernya.

Ini menunjukkan bahwa biaya layanan rumah sakit dan pemeriksaan kesehatan rutin menjadi faktor utama dalam peningkatan inflasi di sektor kesehatan.

Di sisi lain, lanjutnya, komoditas yang dominan memberikan sumbangan deflasi adalah masker, dengan kontribusi sebesar 0,01 persen. Penurunan harga masker ini kemungkinan disebabkan oleh peningkatan produksi atau penurunan permintaan setelah puncak pandemi Covid-19. Hal ini membantu menurunkan tekanan inflasi dalam subkelompok obat-obatan dan produk kesehatan.

"Meskipun kelompok kesehatan memberikan andil terhadap inflasi y-on-y, pada September 2024, kelompok ini tidak memberikan andil yang signifikan terhadap inflasi month-to-month atau m-to-m. Ini menunjukkan bahwa perubahan harga dalam kelompok kesehatan relatif stabil dari bulan ke bulan," bebernya lagi.

Secara keseluruhan, inflasi dalam kelompok kesehatan di Kalimantan Tengah pada September 2024 mencerminkan dinamika harga yang kompleks, dengan beberapa subkelompok mengalami kenaikan harga yang signifikan sementara yang lain mengalami penurunan. Hal ini penting untuk dipantau oleh pemerintah dan pemangku kepentingan untuk memastikan aksesibilitas dan keterjangkauan layanan kesehatan bagi masyarakat. (TESTI PRISCILLA/H)