PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, mengumumkan bahwa kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran di Provinsi Kalimantan Tengah mengalami inflasi year-on-year (y-on-y) sebesar 1,63 persen pada September 2024. Indeks harga konsumen untuk kelompok ini meningkat dari 103,85 pada September 2023 menjadi 105,54 pada September 2024.

"Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran terdiri dari satu subkelompok, yaitu jasa pelayanan makanan dan minuman, yang juga mengalami inflasi y-on-y sebesar 1,63 persen. Agnes Widiastuti menjelaskan bahwa kelompok ini memberikan andil inflasi y-on-y sebesar 0,18 persen pada September 2024," kata Agnes pada Jumat, 4 Oktober 2024.

Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi y-on-y dalam kelompok ini adalah ikan bakar sebesar 0,03 persen, bakso siap santap dan ayam bakar masing-masing sebesar 0,02 persen. Selain itu, sate, martabak, es, ayam goreng, soto, nasi dengan lauk, sop, dan kue kering berminyak masing-masing memberikan andil sebesar 0,01 persen.

"Pada bulan yang sama, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran juga memberikan andil inflasi month-to-month atau m-to-m sebesar 0,03 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi m-to-m adalah sate dan nasi dengan lauk, masing-masing sebesar 0,01 persen," jelasnya.

Agnes Widiastuti menekankan pentingnya memantau perkembangan harga di sektor ini karena kontribusinya yang signifikan terhadap inflasi keseluruhan di Kalimantan Tengah. Dengan adanya inflasi di sektor makanan dan minuman, masyarakat diharapkan lebih bijak dalam mengelola pengeluaran sehari-hari.

"BPS Kalimantan Tengah akan terus melakukan pemantauan dan analisis terhadap perkembangan harga di berbagai sektor untuk memberikan informasi yang akurat dan terkini kepada masyarakat dan pemerintah daerah," bebernya. (TESTI PRISCILLA/H)