PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, mengungkapkan bahwa penurunan harga bahan bakar menjadi faktor utama yang membantu menekan inflasi di sektor transportasi pada September 2024.

"Pada bulan September, kelompok transportasi mengalami inflasi year-on-year atau y-on-y sebesar 0,54 persen, namun penurunan harga bensin dan solar memberikan kontribusi signifikan dalam menekan inflasi keseluruhan," kata Agnes pada Rabu, 9 Oktober 2024.

Subkelompok pengoperasian peralatan transportasi pribadi mencatat deflasi y-on-y tertinggi sebesar 0,11 persen, mencerminkan penurunan biaya dalam penggunaan peralatan transportasi pribadi.

"Bensin mencatat deflasi sebesar 0,04 persen dan solar sebesar 0,01 persen, yang membantu menekan inflasi dalam kelompok transportasi," tambahnya.

Meskipun subkelompok jasa angkutan penumpang mencatat inflasi y-on-y tertinggi sebesar 2,99 persen, penurunan harga bahan bakar tetap menjadi faktor penyeimbang yang penting.

"Kelompok transportasi pada September 2024 memberikan andil inflasi y-on-y sebesar 0,05 persen terhadap inflasi keseluruhan di Provinsi Kalimantan Tengah," jelas Agnes.

Selain itu, pada bulan yang sama, kelompok transportasi juga memberikan andil deflasi month-to-month (m-to-m) sebesar 0,01 persen.

"Komoditas yang dominan memberikan andil deflasi m-to-m adalah bensin sebesar 0,04 persen dan solar sebesar 0,01 persen," ungkapnya.

Data ini menunjukkan bahwa meskipun terdapat inflasi dalam beberapa subkelompok, penurunan harga bahan bakar memberikan kontribusi signifikan dalam menekan inflasi keseluruhan di sektor transportasi di Provinsi Kalimantan Tengah selama September 2024. (TESTI PRISCILLA/H)