PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, mengumumkan bahwa Nilai Tukar Nelayan atau NTN di wilayah tersebut mengalami kenaikan sebesar 2,08 persen pada bulan September 2024.

"Kenaikan ini mencerminkan peningkatan kesejahteraan nelayan di Kalimantan Tengah," kata Agnes pada Rabu, 9 Oktober 2024.

Menurut Agnes, kenaikan NTN ini terutama disebabkan oleh peningkatan Indeks Harga yang Diterima Nelayan atau It sebesar 1,81 persen, yang terjadi karena kenaikan harga produksi pada kelompok penangkapan perairan umum dan laut. Kelompok penangkapan perairan umum, seperti lais, gabus, dan patin, mengalami kenaikan harga sebesar 1,56 persen, sementara kelompok penangkapan laut, seperti rajungan dan udang, mencatat kenaikan harga sebesar 2,04 persen.

"Di sisi lain, Indeks Harga yang Dibayar Nelayan atau Ib mengalami penurunan sebesar 0,27 persen, yang disebabkan oleh turunnya indeks Konsumsi Rumah Tangga atau IKRT sebesar 0,06 persen dan Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal atau BPPBM sebesar 0,69 persen," katanya.

Penurunan ini menunjukkan adanya pengurangan biaya yang harus dikeluarkan oleh nelayan untuk kebutuhan rumah tangga dan produksi, yang berdampak positif terhadap daya beli mereka.

Dengan adanya kenaikan NTN ini, lanjutnya, diharapkan kesejahteraan nelayan di Kalimantan Tengah dapat terus meningkat. BPS Kalimantan Tengah berkomitmen untuk terus memantau perkembangan NTN dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, serta mendukung upaya peningkatan kesejahteraan nelayan melalui penyediaan data dan informasi yang berkualitas.

"Kami berharap data ini dapat digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan yang tepat untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan di Kalimantan Tengah," ujar Agnes. (TESTI PRISCILLA/H)