BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, melaporkan bahwa impor utama Kalimantan Tengah pada Agustus 2024 berasal dari Singapura, Federasi Rusia dan Malaysia.
"Nilai impor dari Singapura mencapai US$1,48 juta, diikuti oleh Federasi Rusia sebesar US$0,54 juta, dan Malaysia sebesar US$0,37 juta. Komoditas utama yang diimpor dari Singapura adalah aspal, dari Federasi Rusia berupa pupuk, dan dari Malaysia berupa mesin mekanik lainnya," kata Agnes pada Minggu, 13 Oktober 2024.
Agnes Widiastuti menjelaskan bahwa dibandingkan dengan Juli 2024, terjadi penurunan nilai impor dari berbagai negara asal pada Agustus 2024 sebesar US$1,17 juta atau turun 31,12 persen. Penurunan ini tercatat di berbagai negara asal, termasuk Malaysia, Singapura, dan Federasi Rusia.
"Penurunan ini menunjukkan adanya perubahan dalam pola perdagangan internasional Kalimantan Tengah," ujar Agnes lagi.
Lebih lanjut, Agnes mengungkapkan bahwa dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu, impor Kalimantan Tengah pada Agustus 2024 mengalami penurunan signifikan sebesar US$9,64 juta atau turun 78,82 persen, dari US$12,23 juta menjadi US$2,59 juta.
--page
"Penurunan ini sangat signifikan dan mencerminkan kondisi ekonomi global yang sedang bergejolak," tambahnya.
Secara kumulatif, nilai impor Kalteng pada periode Januari-Agustus 2024 mencapai US$40,37 juta, turun 27,99 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2023 yang tercatat sebesar US$56,06 juta. Agnes menyatakan bahwa penurunan ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk fluktuasi harga komoditas dan perubahan kebijakan perdagangan internasional.
Agnes juga menyoroti bahwa penurunan impor ini dapat berdampak pada sektor industri di Kalimantan Tengah yang bergantung pada bahan baku impor.
"Kami akan terus memantau perkembangan ini dan bekerja sama dengan pihak terkait untuk mencari solusi yang tepat," ujarnya.
Di akhir laporannya, Agnes Widiastuti menekankan pentingnya diversifikasi sumber impor dan peningkatan produksi lokal untuk mengurangi ketergantungan pada impor.
"Dengan langkah-langkah strategis, kami berharap dapat menjaga stabilitas ekonomi Kalimantan Tengah di tengah tantangan global," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/Y)









