BORNEONEWS, Palangka Raya - Pada Agustus 2024, komoditas utama yang diimpor oleh Kalimantan Tengah adalah aspal, yang termasuk dalam kelompok bahan bakar mineral. Nilai impor aspal mencapai US$1,18 juta, menjadikannya komoditas impor terbesar di provinsi ini pada bulan tersebut.
"Selain aspal, kelompok pupuk dan mesin/pesawat mekanik juga menjadi komoditas impor utama dengan nilai masing-masing US$0,54 juta dan US$0,37 juta," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti pada Minggu, 13 Oktober 2024.
Secara keseluruhan, katanya, nilai impor Kalimantan Tengah pada Agustus 2024 mengalami penurunan signifikan dibandingkan bulan sebelumnya.
"Penurunan ini mencapai US$1,17 juta atau sekitar 31,12 persen. Penurunan terbesar terjadi pada kelompok bahan bakar mineral, yang mencatat penurunan nilai impor sebesar US$0,78 juta," jelas Agnes lagi.
Meskipun terjadi penurunan pada kelompok bahan bakar mineral, lanjutnya, kelompok mesin/pesawat listrik justru mengalami peningkatan nilai impor terbesar. Nilai impor kelompok ini naik sebesar US$0,26 juta, menunjukkan adanya peningkatan kebutuhan akan mesin dan peralatan listrik di Kalimantan Tengah.
--page
"Penurunan nilai impor ini mencerminkan perubahan dalam aktivitas perdagangan internasional di Kalteng. Berkurangnya impor bahan bakar mineral dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk perubahan kebutuhan industri dan fluktuasi harga pasar internasional," jelasnya.
Di sisi lain, katanya, peningkatan impor mesin/pesawat listrik menunjukkan adanya investasi dalam infrastruktur dan teknologi di provinsi ini. Hal ini dapat berdampak positif pada perkembangan ekonomi Kalimantan Tengah dalam jangka panjang.
"Secara keseluruhan, meskipun nilai impor Kalteng mengalami penurunan pada Agustus 2024, perubahan dalam komposisi impor menunjukkan dinamika ekonomi yang kompleks dan beragam di provinsi ini," bebernya. (TESTI PRISCILLA/Y)









