BORNEONEWS, Palangka Raya - Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah mencatat peningkatan signifikan dalam permintaan layanan Sistem Layanan Informasi Keuangan atau SLIK hingga bulan Agustus 2024.
Kepala OJK Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, mengungkapkan bahwa total permintaan mencapai 2.694, dengan 953 permintaan dilakukan secara online dan 1.741 permintaan secara walk-in.
Primandanu Febriyan Aziz menjelaskan bahwa peningkatan ini mencerminkan kesadaran masyarakat yang semakin tinggi terhadap pentingnya informasi keuangan yang akurat dan terpercaya.
"Kami melihat tren positif dalam penggunaan layanan SLIK, baik melalui platform digital maupun kunjungan langsung ke kantor OJK," kata Danu pada Selasa, 15 Oktober 2024.
Lebih lanjut, Primandanu menambahkan bahwa layanan SLIK sangat membantu masyarakat dalam mengakses informasi kredit dan riwayat keuangan mereka.
"Dengan adanya SLIK, masyarakat dapat lebih mudah memantau dan mengelola keuangan mereka, serta menghindari risiko kredit macet," jelasnya.
OJK Kalimantan Tengah terus berupaya meningkatkan kualitas layanan SLIK dengan berbagai inisiatif, termasuk peningkatan kapasitas sistem dan pelatihan bagi petugas.
"Kami berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik kepada masyarakat, sehingga mereka dapat memanfaatkan SLIK secara optimal," kata Primandanu lagi.
Selain itu, OJK juga aktif melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai manfaat dan cara penggunaan SLIK.
"Kami ingin memastikan bahwa seluruh lapisan masyarakat memahami dan dapat mengakses layanan ini dengan mudah," tambahnya.
Dengan perkembangan positif ini, OJK Kalimantan Tengah optimis bahwa layanan SLIK akan terus berkembang dan memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat di wilayah tersebut. (TESTI PRISCILLA/H)









