BORNEONEWS, Palangka Raya - Pada bulan Agustus 2024, Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah telah berkoordinasi dengan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah atau TPAKD Provinsi Kalimantan Tengah untuk membahas program kerja yang akan dilaksanakan di seluruh wilayah Kalimantan Tengah.
Kepala OJK Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, menyatakan bahwa pertemuan ini bertujuan untuk menyusun program kerja yang dapat meningkatkan inklusi keuangan di Kalteng.
Primandanu menjelaskan bahwa program kerja TPAKD akan dibagi menjadi dua kelompok utama. Pertama, program kerja utama yang dapat diakses oleh setiap Kabupaten/Kota. Program ini mencakup inisiatif seperti "Satu Rekening Satu Pelajar" atau Kejar dan program edukasi keuangan yang bekerja sama dengan Lembaga Jasa Keuangan setempat.
"Kami ingin memastikan bahwa setiap pelajar memiliki rekening bank dan mendapatkan edukasi keuangan yang memadai," ujar Primandanu pada Rabu, 16 Oktober 2024.
Kelompok kedua adalah program kerja unggulan yang disesuaikan dengan potensi ekonomi masing-masing daerah. Setiap Kabupaten/Kota diharapkan dapat mengusulkan program kerja unggulan yang sesuai dengan potensi ekonomi lokal mereka.
"Dengan demikian, setiap daerah dapat mengembangkan program yang paling relevan dan bermanfaat bagi masyarakat setempat," tambahnya.
Primandanu juga menekankan pentingnya kolaborasi antara OJK, TPAKD, dan pemerintah daerah dalam pelaksanaan program-program ini.
"Sinergi antara berbagai pihak sangat penting untuk mencapai tujuan inklusi keuangan yang lebih luas dan mendalam," katanya.
Ia berharap program-program ini dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi perekonomian daerah.
Selain itu, OJK Kalteng juga berencana untuk terus mengadakan kegiatan edukasi keuangan secara berkala. Kegiatan ini akan melibatkan berbagai pihak, termasuk Lembaga Jasa Keuangan dan masyarakat umum.
"Kami ingin masyarakat lebih memahami pentingnya literasi keuangan dan bagaimana mengelola keuangan mereka dengan baik," jelas Primandanu.
Dengan adanya program-program ini, OJK Kalimantan Tengah berharap dapat meningkatkan akses keuangan bagi seluruh masyarakat di Kalimantan Tengah.
"Kami berkomitmen untuk terus mendorong inklusi keuangan dan memberikan edukasi yang diperlukan agar masyarakat dapat memanfaatkan layanan keuangan dengan lebih baik," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/H)









