PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Di era modern ini, kecerdasan tidak hanya diukur dari kemampuan berbahasa, tetapi juga dari bagaimana seseorang menggunakan bahasa untuk menggali ilmu pengetahuan.

"Generasi emas yang kita harapkan adalah mereka yang mumpuni dan menguasai berbagai bidang ilmu. Kepandaian berbahasa menjadi salah satu kunci penting dalam mencapai tujuan ini," kata Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Muis dalam Semarak Bulan Bahasa 2024 yang dilaksanakan pada Selasa, 22 Oktober 2024.

Kemampuan berbahasa yang baik tidak hanya tentang berbicara dengan fasih, katanya, tetapi juga tentang bagaimana menggunakan bahasa untuk tidak menjatuhkan orang lain.

"Ini adalah bagian dari adat dan budaya kita sebagai orang Timur. Berbicara dengan lemah lembut dan penuh kemuliaan adalah cerminan dari kepandaian berbahasa yang sejati," tuturnya.

Gelar Wicara yang diisi penyampaian dialog oleh Kepala Balai Bahasa Kalteng, Muhammad Muis dan Kasubbag Umum Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, R Hery Budhiono menjadi bagian dari acara ini. Para peserta, yang terdiri dari pelajar dan mahasiswa, menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti setiap sesi.

"Dalam konteks pendidikan, generasi muda harus diajarkan untuk menggunakan bahasa sebagai alat untuk belajar dan berpikir kritis. Bahasa memungkinkan kita untuk berpikir secara abstrak dan sistematis, yang sangat penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Tanpa kemampuan berbahasa yang baik, proses belajar dan berpikir akan terhambat," bebernya.

Selain itu, lanjutnya, kemampuan berbahasa juga berperan dalam membangun karakter dan etika. Berkata lemah lembut dan mulia adalah nilai-nilai yang harus ditanamkan sejak dini.

"Jika tidak bisa berkata baik, maka lebih baik diam. Ini adalah prinsip yang harus dipegang teguh oleh setiap individu dalam berkomunikasi," tegasnya.

Generasi emas yang didambakan, lanjut Muis, adalah mereka yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki etika dan moral yang tinggi.

"Mereka harus mampu menggunakan bahasa untuk membangun hubungan yang harmonis dan saling menghormati. Ini adalah fondasi dari masyarakat yang beradab dan maju," tuturnya.

Dengan demikian, pendidikan bahasa harus menjadi prioritas dalam sistem pendidikan. Mengajarkan generasi muda untuk menggunakan bahasa dengan bijak dan penuh tanggung jawab adalah investasi jangka panjang untuk masa depan yang lebih baik.

"Mari kita wujudkan generasi emas yang cerdas dan beradab melalui pendidikan bahasa yang berkualitas," ajaknya. (TESTI PRISCILLA/j)