BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti melaporkan bahwa perkembangan harga berbagai komoditas pada Oktober 2024 menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan bulan yang sama tahun 2023.
"Berdasarkan hasil pemantauan di empat kabupaten/kota, terjadi inflasi year-on-year atau y-on-y sebesar 1,03 persen. Indeks Harga Konsumen atau IHK meningkat dari 104,67 pada Oktober 2023 menjadi 105,75 pada Oktober 2024. Tingkat inflasi month-to-month atau m-to-m dan year-to-date atau y-to-d masing-masing sebesar 0,14 persen dan 0,19 persen," kata Agnes didampingi Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Ahmad Husain pada Jumat, 1 November 2024.
Inflasi y-on-y ini disebabkan oleh kenaikan harga pada hampir seluruh indeks kelompok pengeluaran. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami kenaikan sebesar 1,60 persen, sementara kelompok pakaian dan alas kaki naik sebesar 0,47 persen. Kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga naik sebesar 0,97 persen, dan kelompok kesehatan naik sebesar 1,52 persen.
Kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan naik sebesar 0,02 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya naik sebesar 0,10 persen, kelompok pendidikan naik sebesar 2,21 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran naik sebesar 1,50 persen, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya naik sebesar 4,78 persen.
"Namun, terdapat dua kelompok yang mengalami penurunan indeks harga, yaitu kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga yang turun sebesar 0,62 persen, serta kelompok transportasi yang turun sebesar 1,00 persen. Kepala BPS Kalimantan Tengah menambahkan bahwa kelompok pengeluaran yang memberikan andil inflasi y-on-y terbesar adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,61 persen," bebernya.
--page
Kelompok pakaian dan alas kaki memberikan andil sebesar 0,02 persen, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,04 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,04 persen, kelompok pendidikan sebesar 0,08 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,16 persen, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,27 persen. Sementara itu, kelompok pengeluaran yang memberikan andil deflasi y-on-y adalah kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,09 persen dan kelompok transportasi sebesar 0,10 persen.
Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi y-on-y pada Oktober 2024 antara lain emas perhiasan, Sigaret Kretek Mesin (SKM), ikan gabus, gula pasir, kopi bubuk, ikan patin, bawang merah, minyak goreng, beras, ikan nila, Sigaret Kretek Tangan (SKT), ikan saluang, udang basah, biskuit, tarif rumah sakit, air kemasan, ayam hidup, sekolah menengah pertama, akademi/perguruan tinggi, dan telur ayam ras.
Sementara itu, komoditas yang memberikan andil deflasi y-on-y antara lain daging ayam ras, bensin, bahan bakar rumah tangga, cabai rawit, kangkung, solar, ikan asin sepat, ketimun, ikan peda, rampela hati ayam, semangka, jeruk, bayam, angkutan udara, masker, sabun mandi cair, mie kering instant, semen, kacang panjang, dan susu bubuk untuk balita.
Untuk inflasi m-to-m pada Oktober 2024, komoditas yang dominan memberikan andil inflasi antara lain daging ayam ras, ikan gabus, emas perhiasan, beras, bawang merah, telur ayam ras, kopi bubuk, minyak goreng, jeruk, Sigaret Kretek Mesin (SKM), tomat, ikan baung, ikan peda, dan ikan asin sepat. Sedangkan komoditas yang memberikan andil deflasi m-to-m antara lain bensin, cabai rawit, angkutan udara, terong, kacang panjang, ikan papuyu, ikan nila, ketimun, semangka, ikan bawal, bahan bakar rumah tangga, solar, jagung manis, dan cabai merah.
Kepala BPS Kalimantan Tengah menekankan pentingnya pemantauan harga secara berkala untuk mengantisipasi fluktuasi harga yang dapat mempengaruhi daya beli masyarakat.
"Dengan adanya data yang akurat dan terkini, diharapkan pemerintah daerah dapat mengambil kebijakan yang tepat untuk menjaga stabilitas harga dan kesejahteraan masyarakat," tuturnya lagi.(TESTI PRISCILLA/Y)









