BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, mengumumkan bahwa luas panen padi di Provinsi Kalimantan Tengah pada tahun 2024 diperkirakan mencapai 110,80 ribu hektare.
"Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 9,08 persen atau 9,22 ribu hektare dibandingkan dengan tahun 2023 yang hanya mencapai 101,58 ribu hektare," kata Agnes didampingi Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Ahmad Husain menyampaikan berita resmi statistik pada Jumat, 1 November 2024.
Produksi padi di Kalimantan Tengah pada tahun 2024 juga menurut Agnes diperkirakan mengalami peningkatan signifikan. Menurut Agnes, produksi padi diperkirakan mencapai 378,18 ribu ton gabah kering giling atau GKG, naik sebesar 14,33 persen atau 47,40 ribu ton GKG dibandingkan dengan produksi tahun 2023 yang sebesar 330,78 ribu ton GKG.
"Jika dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk, produksi beras pada tahun 2024 diperkirakan mencapai 224,64 ribu ton. Ini berarti ada peningkatan sebesar 14,33 persen atau 28,15 ribu ton dibandingkan dengan produksi beras tahun 2023 yang hanya mencapai 196,49 ribu ton," terangnya.
Agnes Widiastuti menyatakan bahwa peningkatan ini merupakan hasil dari berbagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah daerah dan para petani dalam meningkatkan produktivitas pertanian.
--page
"Kami terus mendorong penggunaan teknologi pertanian yang lebih modern dan efisien serta memberikan pelatihan kepada para petani untuk meningkatkan hasil panen mereka," ujarnya.
Selain itu, faktor cuaca yang lebih mendukung juga turut berkontribusi terhadap peningkatan produksi padi di Kalimantan Tengah.
"Tahun ini, kita mendapatkan curah hujan yang cukup baik, sehingga tanaman padi dapat tumbuh dengan optimal," tambah Agnes.
Namun, Agnes juga mengingatkan bahwa tantangan masih ada, terutama terkait dengan perubahan iklim dan hama tanaman.
"Kami harus tetap waspada dan terus berinovasi untuk mengatasi tantangan-tantangan ini agar produksi padi dapat terus meningkat di masa mendatang," katanya.
Dengan peningkatan produksi padi ini, diharapkan kebutuhan pangan penduduk Kalimantan Tengah dapat terpenuhi dengan lebih baik.
"Kami optimis bahwa dengan kerja sama yang baik antara pemerintah, petani, dan masyarakat, kita dapat mencapai swasembada pangan di Kalimantan Tengah," tutur Agnes.
Peningkatan luas panen dan produksi padi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan para petani dan masyarakat di Kalimantan Tengah. (TESTI PRISCILLA/Y)









