PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, mengumumkan bahwa produksi beras di Provinsi Kalimantan Tengah mengalami peningkatan signifikan sepanjang tahun 2024.

"Berdasarkan data BPS, produksi padi yang dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk mencapai 198,84 ribu ton dari Januari hingga September 2024," kata Agnes pada Sabtu, 2 November 2024.

Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 26,71 ribu ton atau 15,52 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2023, yang hanya mencapai 172,13 ribu ton.

Agnes Widiastuti juga menyebutkan bahwa potensi produksi beras sepanjang Oktober hingga Desember 2024 diperkirakan mencapai 25,80 ribu ton. Dengan demikian, total produksi beras pada tahun 2024 diperkirakan mencapai 224,64 ribu ton.

"Ini berarti ada peningkatan sebesar 28,15 ribu ton atau 14,33 persen dibandingkan total produksi beras pada tahun 2023 yang sebesar 196,49 ribu ton," katanya.

Produksi beras tertinggi pada tahun 2024 terjadi pada bulan Agustus, dengan jumlah mencapai 55,91 ribu ton. Sementara itu, produksi beras terendah diperkirakan terjadi pada bulan Januari, yaitu sebesar 0,22 ribu ton.

"Kondisi ini menunjukkan adanya fluktuasi produksi yang cukup signifikan sepanjang tahun," ujar Agnes.

Perbandingan dengan tahun 2023 menunjukkan bahwa pola produksi beras sedikit berbeda. Pada tahun 2023, produksi beras tertinggi juga terjadi pada bulan Agustus, namun produksi terendah terjadi pada bulan Desember.

"Perubahan ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk kondisi cuaca dan teknik pertanian yang diterapkan," tambah Agnes.

Agnes Widiastuti menekankan pentingnya peningkatan produksi beras ini bagi ketahanan pangan di Kalimantan Tengah.

"Dengan peningkatan produksi ini, kita berharap dapat memenuhi kebutuhan pangan penduduk dan mengurangi ketergantungan pada impor beras," jelasnya.

BPS Kalimantan Tengah akan terus memantau dan melaporkan perkembangan produksi beras di provinsi ini.

"Kami berkomitmen untuk menyediakan data yang akurat dan terkini guna mendukung kebijakan pertanian yang lebih baik," tutur Agnes.(TESTI PRISCILLA/j)