BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, melaporkan perkembangan perdagangan luar negeri provinsi tersebut untuk bulan September 2024.
"Berdasarkan data yang dirilis, nilai ekspor Kalimantan Tengah mencapai US$318,08 juta, mengalami peningkatan sebesar 36,16 persen dibandingkan dengan bulan Agustus 2024," kata Agnes pada Sabtu, 2 November 2024.
Agnes Widiastuti menjelaskan bahwa peningkatan ekspor ini juga signifikan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Nilai ekspor pada September 2024 naik 49,79 persen dibandingkan dengan September 2023," ujarnya.
Komoditas utama yang berkontribusi terhadap ekspor ini meliputi batu bara, minyak kelapa sawit, bijih zirconium, niobium dan tantalum, karet remah, kayu olahan, bijih titanium, lignit, dan hasil hutan bukan kayu lainnya.
Negara tujuan utama ekspor Kalimantan Tengah selama bulan September 2024 adalah Jepang, Korea Selatan, dan India.
--page
"Ketiga negara ini menjadi pasar utama bagi komoditas ekspor kita, menunjukkan permintaan yang kuat dari pasar internasional," tambah Agnes.
Di sisi lain, nilai impor Kalimantan Tengah pada bulan yang sama mencapai US$7,29 juta, meningkat tajam sebesar 181,47 persen dibandingkan dengan Agustus 2024.
"Peningkatan impor ini juga terlihat signifikan jika dibandingkan dengan September 2023, dengan kenaikan sebesar 120,24 persen," jelas Agnes.
Komoditas utama yang diimpor oleh Kalimantan Tengah selama September 2024 meliputi mesin ekstraksi lemak, mesin pengangkat, dan aspal. Negara asal utama impor adalah Malaysia, Singapura, dan Saudi Arabia.
"Ketiga negara ini menjadi pemasok utama barang-barang yang dibutuhkan untuk mendukung berbagai sektor industri di Kalimantan Tengah," kata Agnes.
Agnes Widiastuti juga menyoroti bahwa neraca perdagangan luar negeri Kalimantan Tengah pada September 2024 mengalami surplus sebesar US$310,79 juta.
"Surplus ini menunjukkan bahwa nilai ekspor kita jauh lebih tinggi dibandingkan dengan nilai impor, yang merupakan indikator positif bagi perekonomian daerah," ungkapnya lagi.
Secara keseluruhan, perkembangan perdagangan luar negeri Kalimantan Tengah pada bulan September 2024 menunjukkan tren yang positif. Peningkatan ekspor dan impor ini mencerminkan dinamika ekonomi yang aktif dan hubungan perdagangan yang kuat dengan berbagai negara mitra.
Agnes Widiastuti menutup laporannya dengan optimisme bahwa tren positif ini akan terus berlanjut di bulan-bulan mendatang.
"Kami berharap dapat terus meningkatkan kinerja perdagangan luar negeri Kalimantan Tengah, sehingga dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian nasional," pungkasnya.(TESTI PRISCILLA/Y)









