PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, menyampaikan bahwa ekspor Kalimantan Tengah pada September 2024 mengalami fluktuasi yang signifikan. Komoditas utama seperti batu bara, minyak kelapa sawit, dan bijih zirconium, niobium, serta tantalum tetap menjadi andalan, namun terdapat perubahan nilai ekspor yang mencolok.

"Peningkatan nilai ekspor terbesar terjadi pada kelompok bahan bakar mineral, yang naik sebesar US$140,92 juta atau 103,30 persen dibandingkan bulan sebelumnya," kata Agnes pada Sabtu, 2 November 2024.

Peningkatan ini menunjukkan adanya permintaan yang kuat di pasar internasional, yang dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian Kalimantan Tengah.

Namun, sektor lemak dan minyak hewani atau nabati mengalami penurunan terbesar dengan nilai US$34,44 juta atau turun 68,44 persen. Penurunan ini mencerminkan tantangan yang dihadapi oleh industri kelapa sawit, yang mungkin dipengaruhi oleh fluktuasi harga global dan kebijakan perdagangan internasional yang ketat.

"Selain itu, kelompok kayu dan bahan dari kayu juga mengalami penurunan signifikan sebesar US$11,73 juta atau turun 72,14 persen," katanya.

--page

Penurunan ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk perubahan permintaan pasar dan regulasi lingkungan yang lebih ketat, yang mempengaruhi produksi dan ekspor.

Secara year on year, beberapa kelompok barang menunjukkan peningkatan nilai ekspor yang signifikan. Kelompok bahan bakar mineral mencatat peningkatan terbesar sebesar US$132,74 juta atau naik 91,80 persen, diikuti oleh kelompok karet dan barang dari karet yang naik US$2,99 juta atau 149,50 persen. Peningkatan ini menunjukkan adanya peluang pertumbuhan di sektor-sektor tersebut.

"Namun, penurunan nilai ekspor juga terjadi pada beberapa kelompok barang, seperti bijih, kerak, dan abu logam yang turun sebesar US$5,45 juta atau 34,13 persen. Penurunan ini menunjukkan adanya tantangan yang perlu diatasi untuk menjaga stabilitas ekspor," jelasnya.

Secara kumulatif, nilai ekspor Kalimantan Tengah pada periode Januari-September 2024 turun sebesar US$768,68 juta atau 20,52 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini terutama disebabkan oleh menurunnya nilai ekspor kelompok bahan bakar mineral sebesar US$541,23 juta atau turun 18,65 persen.

"Meskipun demikian, peningkatan nilai ekspor pada kelompok karet dan bahan dari karet, ampas atau sisa industri makanan, serta kaca dan barang dari kaca memberikan harapan akan adanya diversifikasi dan pertumbuhan di masa depan," beber Agnes. (TESTI PRISCILLA/Y)