BORNEONEWS, Kotim - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur, Suparmadi akan menjadwalkan tes urine kepada semua guru dari tingkat sekolah TK hingga SMA sederajat. Ini bagian dari komitmen untuk membuktikan jajaran penyelenggara pendidikan di Bumi Habaring Hurung itu bebas dari pengaruh Narkoba.
“Kami akan jadwalkan dan berkoordinasi dengan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) dan Satnarkoba Polres Kotim untuk membantu melakukan tes urine kepada semua guru,” kata Kadisdik Kotim, Suparmadi, saat menghadiri HUT SMA Negeri 3 Sampit, Senin (5/9/2016).
Suparmadi berkomitmen untuk bagaimana jajaran penyelenggara pendidikan di Bumi Habaring Hurung itu terbebas dari pengaruh Narkoba. Sebagai pendidik harus memberikan contoh tauladan terhadap yang dididik dan masyarakat. Bukan sebaliknya melakukan hal yang melanggar kode etik dan hukum.
Seperti yang terjadi pada 15 Agustus lalu, seorang guru SD di Desa Pelangsiang, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang Sampit ditangkap aparat kepolisian karena mengedarkan sabu. Kejadian itu tentu mencoreng dan merusak nama dunia pendidikan di Kotim. Guru yang seharusnya mendidik, dan mengarahkan generasi penerus bangsa ke arah yang baik justru terlibat dalam jaringan pengedar Narkoba.
“Kasus itu menjadi pelajaran bagi kita semua, khususnya elemen pendidik. Kita berharap kasus seperti itu tidak terjadi lagi. Kami pun mendorong aparat kepolisian untuk menangkap guru yang terlibat narkoba. Sebagaimana juga harapan bapak bupati,” ujarnya.
Tidak hanya kepada guru, Suparmadi juga memita kepada semua siswa agar menghindari penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan terlarang lainnya. Sebab, pengunaaan obat dapat merusak generasi muda.
Kotim adalah salah satu daerah yang menjadi sasaran dari para Bandar narkoba untuk mendistribusikan barang haram tersebut. Kondisi ini menjadikan Kotim masuk nominasi daerah tertinggi peredaran narkoba.
Kondisi itu pula yang membuat Bupati Kotim Supian Hadi geram. Dalam berbagai kesempatan, Supian hadi menyatakan perang terhadap narkoba, apalagi jika melibatkan ASN. Jika ditemukan ada ASNM terlibat narkoba, dia tidak segan-segan untuk segera memproses dan langsung dipecat. (RAFIUDIN/N).








