BORNEONEWS, Palangka Raya - Pada Agustus 2024, sebagian besar penduduk Kalimantan Tengah bekerja sebagai buruh/karyawan/pegawai, mencapai 46,74 persen dari total penduduk bekerja.
Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, menyatakan bahwa hanya 2,57 persen yang bekerja dengan status pekerja bebas di sektor pertanian.
"Dibandingkan dengan Agustus 2023, terjadi peningkatan terbesar pada status buruh/karyawan/pegawai sebesar 2,01 persen poin," kata Agnes pada Selasa, 12 November 2024.
Selain itu, pekerja bebas di sektor pertanian juga mengalami peningkatan sebesar 0,41 persen poin menjadi 2,57 persen. Namun, status berusaha sendiri mengalami penurunan terbesar, yaitu sebanyak 1,55 persen poin menjadi 24,14 persen pada Agustus 2024. Penurunan juga terjadi pada pekerja keluarga/tidak dibayar, yang turun sebanyak 1,30 persen poin menjadi 9,35 persen pada periode yang sama.
Agnes Widiastuti menjelaskan bahwa berdasarkan status pekerjaannya, penduduk yang bekerja dapat dikategorikan menjadi pekerja dalam kegiatan formal dan informal.
"Pekerja formal mencakup mereka yang berusaha dibantu buruh tetap dan dibayar serta buruh/pegawai/karyawan," katanya.
Sementara itu, lanjutnya, pekerja informal mencakup mereka yang berusaha sendiri, berusaha dibantu buruh tidak tetap/pekerja keluarga/tidak dibayar, pekerja bebas, dan pekerja keluarga/tidak dibayar.
Pada Agustus 2024, jumlah penduduk yang bekerja pada kegiatan informal mencapai 691,78 ribu orang atau 49,33 persen dari total penduduk bekerja.
"Sementara itu, 710,49 ribu orang bekerja pada kegiatan formal, yang mencakup 50,67 persen dari total penduduk bekerja. Dibandingkan dengan Agustus 2023, persentase penduduk yang bekerja pada kegiatan formal mengalami kenaikan sebesar 2,53 persen poin," terangnya.
Kenaikan ini menunjukkan bahwa dalam tiga tahun terakhir, untuk pertama kalinya pada Agustus 2024, persentase pekerja formal di Kalimantan Tengah lebih tinggi dibandingkan pekerja informal.
"Ini adalah perkembangan positif yang menunjukkan peningkatan stabilitas dan keamanan kerja bagi penduduk Kalimantan Tengah," ujar Agnes Widiastuti.
Dengan demikian, perubahan status pekerjaan ini mencerminkan dinamika pasar kerja di Kalimantan Tengah yang terus berkembang. BPS Kalimantan Tengah akan terus memantau dan melaporkan perkembangan ini untuk memberikan gambaran yang akurat tentang kondisi ketenagakerjaan di wilayah tersebut. (TESTI PRISCILLA/H)









