BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, mengungkapkan data terbaru mengenai penduduk bekerja menurut jam kerja di provinsi tersebut. Berdasarkan laporan Agustus 2024, terdapat perbedaan signifikan antara pekerja penuh dan pekerja tidak penuh di Kalimantan Tengah.
"Pekerja penuh, yang bekerja lebih dari 35 jam per minggu, mendominasi dengan persentase sebesar 72,12 persen," kata Agnes pada Selasa, 12 November 2024.
Sementara itu, pekerja tidak penuh, yang bekerja kurang dari 35 jam per minggu, tercatat sebesar 27,88 persen. Agnes menjelaskan bahwa pekerja tidak penuh ini terbagi menjadi dua kelompok utama, yaitu setengah pengangguran dan pekerja paruh waktu.
"Setengah pengangguran di Kalimantan Tengah mencapai 5,89 persen dari total pekerja tidak penuh. Sedangkan pekerja paruh waktu, yang bekerja dengan jam kerja lebih fleksibel, mencakup 21,98 persen," tutur Agnes lagi.
Agnes menambahkan bahwa kedua kelompok ini mengalami penurunan dibandingkan dengan data Agustus 2023.
Penurunan tersebut terlihat pada tingkat setengah pengangguran yang turun sebesar 0,22 persen poin dan pekerja paruh waktu yang turun sebesar 1,48 persen poin. Agnes menyatakan bahwa penurunan ini menunjukkan adanya perbaikan dalam distribusi jam kerja di Kalimantan Tengah.
Lebih lanjut, Agnes menekankan pentingnya memahami indikator-indikator ini untuk merumuskan kebijakan ketenagakerjaan yang lebih efektif.
"Data ini memberikan gambaran yang lebih jelas tentang kondisi tenaga kerja di Kalimantan Tengah dan dapat menjadi dasar untuk pengambilan keputusan yang lebih baik," ujarnya.
Dengan demikian, BPS Kalimantan Tengah berharap data ini dapat digunakan oleh berbagai pihak untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja dan mengurangi ketimpangan dalam jam kerja di provinsi tersebut. (TESTI PRISCILLA/H)









