PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, mengungkapkan bahwa tingkat pengangguran terbuka atau TPT di Kalimantan Tengah pada Agustus 2024 mengalami penurunan.

TPT merupakan indikator penting yang digunakan untuk mengukur tenaga kerja yang tidak terserap oleh lapangan usaha di pasar kerja dan menggambarkan kurang termanfaatkannya pasokan tenaga kerja. Menurut Agnes, TPT juga mencerminkan kemampuan pasar kerja yang belum bisa menciptakan pekerjaan bagi mereka yang ingin bekerja namun tidak mendapatkannya.

Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional atau Sakernas Agustus 2024, TPT di Kalimantan Tengah tercatat sebesar 4,01 persen.

"Ini berarti dari setiap 100 orang angkatan kerja, terdapat sekitar empat sampai lima orang yang menganggur," jelas Agnes pada Rabu, 20 November 2024.

Angka ini, kata Agnes, menunjukkan penurunan sebesar 0,09 persen poin dibandingkan dengan Agustus 2023, yang mencatat TPT sebesar 4,10 persen.

Agnes menambahkan bahwa selama enam tahun terakhir, sejak sebelum pandemi Covid-19, TPT di Kalimantan Tengah mengalami fluktuasi. Pada awal pandemi Covid-19, tepatnya Agustus 2020, terjadi kenaikan TPT yang signifikan. Namun, sejak saat itu, TPT menunjukkan tren menurun hingga Agustus 2024.

"Penurunan ini menunjukkan adanya perbaikan dalam penyerapan tenaga kerja di Kalimantan Tengah," kata Agnes.

--page

Selain itu, Agnes juga menyoroti karakteristik penganggur di Kalimantan Tengah. Menurutnya, sebagian besar penganggur adalah mereka yang berusia muda dan baru lulus dari pendidikan formal.

"Mereka ini seringkali kesulitan mendapatkan pekerjaan karena kurangnya pengalaman kerja dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar," ungkapnya.

Oleh karena itu, BPS Kalimantan Tengah terus mendorong peningkatan keterampilan dan pelatihan bagi angkatan kerja muda.

Agnes juga menyebutkan bahwa sektor-sektor tertentu di Kalimantan Tengah menunjukkan peningkatan dalam penyerapan tenaga kerja.

"Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mencatat peningkatan jumlah pekerja yang signifikan," ujarnya.

Hal ini menunjukkan bahwa sektor-sektor tersebut masih menjadi tulang punggung perekonomian daerah dan mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

Dengan penurunan TPT dan peningkatan penyerapan tenaga kerja di beberapa sektor, Agnes optimis bahwa kondisi ketenagakerjaan di Kalimantan Tengah akan terus membaik.

"Kami berharap tren positif ini dapat terus berlanjut dan semakin banyak lapangan kerja yang tercipta untuk masyarakat Kalimantan Tengah," tutupnya. (TESTI PRISCILLA/Y)