PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, mengungkapkan bahwa penurunan frekuensi penerbangan di Kalimantan Tengah selama September 2024 diikuti dengan penurunan jumlah penumpang.

"Jumlah penumpang angkutan udara mengalami penurunan sebesar 4,91 persen, dari 120.262 orang pada Agustus 2024 menjadi 114.358 orang pada September 2024. Penurunan ini berasal dari jumlah penumpang berangkat dan penumpang datang yang masing-masing turun sebesar 6,16 persen dan 3,63 persen," kata Agnes pada Kamis, 28 November 2024.

Penurunan ini menimbulkan kekhawatiran mengenai dampak ekonomi yang mungkin terjadi, terutama bagi sektor pariwisata dan bisnis di Kalimantan Tengah.

"Penurunan ini menunjukkan adanya fluktuasi dalam aktivitas penerbangan di wilayah kami," ujar Agnes Widiastuti.

Namun, di balik penurunan ini, terdapat peluang untuk melakukan evaluasi dan perbaikan dalam layanan penerbangan.

Selain penurunan jumlah penumpang, volume arus barang yang menggunakan angkutan udara juga mengalami penurunan sebesar 6,99 persen. Penurunan ini mencakup volume barang bagasi dan bukan bagasi yang dimuat dan dibongkar di bandara-bandara di Kalimantan Tengah. Hal ini menunjukkan perlunya peningkatan efisiensi dan kualitas layanan kargo udara untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Agnes Widiastuti menambahkan bahwa penurunan ini perlu menjadi perhatian bagi pihak terkait untuk meningkatkan kembali aktivitas penerbangan dan pelayanan kepada penumpang.

"Kami berharap adanya upaya dari berbagai pihak untuk mengatasi penurunan ini dan meningkatkan kembali frekuensi penerbangan serta jumlah penumpang," tambahnya.
Upaya kolaboratif antara pemerintah, maskapai, dan pihak terkait lainnya sangat diperlukan untuk mencapai tujuan ini.

Dengan adanya data ini, diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah dan pihak maskapai untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan fasilitas penerbangan di Kalimantan Tengah.

"Kami akan terus memantau perkembangan ini dan memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat," tutup Agnes Widiastuti.

Evaluasi berkala dan penerapan strategi yang tepat diharapkan dapat mengatasi tantangan ini.
Penurunan frekuensi penerbangan dan jumlah penumpang ini diharapkan dapat menjadi perhatian bagi semua pihak terkait untuk terus berupaya meningkatkan kualitas layanan dan fasilitas penerbangan di Kalimantan Tengah.

"Kami berkomitmen untuk terus mendukung para peneliti dan akademisi dalam menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat luas," tuturnya.(TESTI PRISCILLA/H)