PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, mengungkapkan bahwa sejumlah golongan barang mengalami peningkatan nilai ekspor yang cukup tinggi pada September 2024 jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya atau year on year.

"Peningkatan nilai ekspor year on year terbesar terjadi pada kelompok bahan bakar mineral senilai US$132,74 juta, yang naik sebesar 91,80 persen. Selain itu, kelompok karet dan barang dari karet juga mengalami peningkatan nilai ekspor senilai US$2,99 juta, naik sebesar 149,50 persen," kata Agnes pada Kamis, 28 November 2024.

Namun, tidak semua golongan barang mengalami peningkatan. Beberapa golongan barang justru mengalami penurunan nilai ekspor, dengan penurunan terbesar terjadi pada kelompok bijih, kerak, dan abu logam sebesar US$5,45 juta, turun 34,13 persen.

"Penurunan ini menunjukkan adanya fluktuasi dalam aktivitas ekspor di wilayah kami," ujar Agnes.

Secara kumulatif, nilai ekspor Kalimantan Tengah pada periode Januari-September 2024 mengalami penurunan sebesar US$768,68 juta, turun 20,52 persen dibandingkan dengan nilai ekspor pada periode yang sama tahun 2023. Penurunan ini disebabkan oleh menurunnya nilai ekspor sejumlah kelompok barang, terutama kelompok bahan bakar mineral yang mendominasi penurunan dengan nilai sebesar US$541,23 juta, turun 18,65 persen.

Agnes menambahkan bahwa penurunan nilai ekspor juga terlihat pada seluruh kelompok kategori, kecuali pada kelompok karet dan bahan dari karet yang naik sebesar US$1,54 juta, kelompok ampas atau sisa industri makanan yang naik sebesar US$0,23 juta, serta kelompok kaca dan barang dari kaca yang naik sebesar US$0,01 juta.

"Kami berharap adanya upaya dari berbagai pihak untuk mengatasi penurunan ini dan meningkatkan kembali nilai ekspor," tambahnya.

Dengan adanya data ini, diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah dan pihak terkait untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas ekspor dari Kalimantan Tengah.

"Kami akan terus memantau perkembangan ini dan memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat," tutur Agnes lagi.

Penurunan dan peningkatan nilai ekspor ini diharapkan dapat menjadi perhatian bagi semua pihak terkait untuk terus berupaya meningkatkan kualitas dan kuantitas ekspor dari Kalimantan Tengah.

"Kami berkomitmen untuk terus mendukung para peneliti dan akademisi dalam menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat luas," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/H)