BORNEONEWS, Palangka Raya - Selama bulan September 2024, frekuensi kunjungan kapal laut di seluruh pelabuhan di Kalimantan Tengah mengalami penurunan sebesar 0,96 persen dibandingkan dengan bulan Agustus 2024.
Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, mengungkapkan bahwa jumlah kunjungan kapal turun dari 732 kunjungan pada Agustus menjadi 725 kunjungan pada September.
"Penurunan frekuensi kunjungan kapal ini terutama terjadi di Pelabuhan Kumai, yang mencatat penurunan sebanyak 28 kunjungan. Hal ini menunjukkan adanya perubahan dalam aktivitas pelayaran di pelabuhan tersebut selama bulan September," kata Agnes pada Jumat, 29 November 2024.
Namun, katanya, tidak semua pelabuhan mengalami penurunan. Beberapa pelabuhan justru mencatat peningkatan frekuensi kunjungan kapal. Pelabuhan Sukamara mengalami peningkatan sebanyak 8 kunjungan, menunjukkan adanya peningkatan aktivitas pelayaran di wilayah tersebut.
"Selain itu, Pelabuhan Kuala Pembuang juga mencatat peningkatan frekuensi kunjungan kapal sebanyak 6 kunjungan. Peningkatan ini diikuti oleh Pelabuhan Sampit dengan tambahan 4 kunjungan, serta Pelabuhan Pangkalan Bun dan Pelabuhan Pulang Pisau yang masing-masing mencatat peningkatan 2 dan 1 kunjungan," bebernya.
--page
Agnes Widiastuti menambahkan bahwa perubahan frekuensi kunjungan kapal ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi cuaca, permintaan logistik, dan kebijakan pelayaran. BPS Kalimantan Tengah akan terus memantau perkembangan ini untuk memberikan data yang akurat dan terkini.
"Dengan adanya data ini, diharapkan pihak terkait dapat mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengoptimalkan aktivitas pelabuhan di Kalimantan Tengah, guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah," harapnya. (TESTI PRISCILLA/y)









